Konferensi Danau Nusantara 2017

Sentani, Jpr – Konverensi Danau Nusantara yang diikuti 15 Kepala Daerah yang memiliki danau kritis di Indonesia termasuk Kabupaten Jayapura ini berlangsung pada tanggal 21 – 23 September 2017, di Pentadio Resort, Gorontalo.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE., M.Si yang diwakili oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Patris Yamlai, menyampaikan bahwa Danau Sentani masih baik dibanding danau-danau lainnya yang sudah kritis, sehingga memerlukan penanganan yang lebih cepat dengan biaya yang cukup besar untuk mengembalikan fungsi danau itu sendiri,” katanya.
“Kami dari Kabupaten Jayapura, belajar disini untuk bagaimana menyusun program kedepan, mengetahui tingkat kritis danau dan penanganan dari dinas/instansi terkait, baik dari pemerintah Gorontalo maupun pemerintah pusat dengan program kegiatan yang sudah mereka lakukan. Sehingga nantinya menjadi program kegiatan kita untuk menjaga kelestarian Danau Sentani” jelasnya.
“Jangan sampai danau sudah kritis, baru kita mulai. Tapi dari awal sudah harus menjaga kelestariannya, supaya danau kita tetap lestari demi anak cucu kita”, ujarnya.

“Danau Sentani adalah danau terbesar di Provinsi Papua dan juga menjadi tempat wisata, serta kegiatan FDS (Festival Danau Sentani) yang sudah menjadi agenda nasional. Kami informasikan dan mengundang daerah-daerah untuk hadir di FDS, supaya Danau Sentani terus berkembang dan diminati oleh banyak pengunjung,” jelasnya.
“Visi misi Bupati dengan terbentuknya Kampung Adat, ini juga membantu pemerintah secara kearifan lokal untuk menjaga kelestarian Danau Sentani dan kita tidak berhenti sampai disini, tutupnya.

 

 

Tulis Balasan atau komentar anda

Email anda tidak akan dipublish.