Dishub Kabupaten Jayapura Bersama KSOP Klas II Jayapura Gelar Rapat Evaluasi

Suasana rapat antara Pemerintah Kabupaten Jayapura dengan pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Jayapura, di Ruang VIP Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, kemarin

SENTANI, jayapurakab.go.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jayapura menggelar rapat evaluasi layanan Tol Laut di Trayek T19 bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Klas II Jayapura, Selasa (13/4/2021).

Rapat evaluasi yang digelar di Ruang VIP Bupati Jayapura, Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura membahas penyelenggaraan layanan Tol Laut Trayek T19 di tahun 2021.

Kepala Seksi (Kasie) Angkutan Laut dan Usaha Pelabuhan pada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Klas II Jayapura, Welem Thobias Fofid mengatakan, bahwa evaluasi ini penting dilakukan, karena kalau dilihat layanan Trayek Tol Laut T19 sejak awal sampai dengan yang keempat ini telah terjadi trend yang meningkat. Sehingga ini juga mendapatkan apresiasi dari seluruh Kementerian/Lembaga dalam hal ini yang menangani Tol Laut khusus Perhubungan.

“Kalau kita lihat dari trend yang meningkat, di mana tingkat dari muatan berangkat itu menunjukkan peningkatan yang signifikan,” katanya ketika dikonfirmasi wartawan usai melakukan pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Jayapura, di VIP Room Bupati Jayapura, Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, kemarin.

Dikatakannya, jika dilihat dari pelayaran pertama dari Merauke, muatan berangkat sebanyak 21 kontainer, kemudian hingga sekarang ini terus mengalami peningkatan dan sudah mencapai 40 kontainer. Ada sesuatu yang menarik di pelayaran yang keempat ini, kapal Lognus II deviasi di pelabuhan Pomako Timika, karena permintaan dari Kabupaten Merauke maupun Kabupaten Mimika.

“Sehingga kalau kita lihat pada pelayaran keempat kemarin itu kapal membawa 43 kontainer, dengan 33 kontainer tujuan Pelabuhan Pomako Timika,” katanya.

Sementara itu, untuk di Pelabuhan Petikemas Depapre mengalami peningkatan pada pelayaran ketiga. Di mana, muatan balik dari pelabuhan Depapre itu sebanyak 14 kontainer. Dengan komoditi yang diangkut berupa batu ciping.

Hal ini tentunya mendapat apresiasi dari seluruh Kementerian/Lembaga, karena dari pelayaran pertama mengangkut hanya 1 kontainer dan di pelayaran kedua mengangkut 14 kontainer dan terus mendapatkan trend positif.

“Ini mendapatkan apresiasi tentunya bagi kita semua. Bahwa peranan Pemerintah Daerah itu sangat luar biasa. Karena kepala daerah dan seluruh Perangkat Daerah (PD) dapat memaksimalkan rute trayek tol laut di tahun 2021,” cetusnya.

Karena itu,  pihaknya berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura dan seluruh Perangkat Daerah (PD) yang ada agar tetap mempertahankan kinerja yang ada dalam rangka mendukung program strategis Nasional melalui layanan Tol Laut ini.

Karena melalui Tol Laut ini roda perekonomian di sebuah daerah administrasi yang menjadi lintasan Tol Laut itu akan bertumbuh dan berkembang.

“Contohnya, kalau kita lihat rute Tol Laut yang sudah memasuki Pelabuhan Depapre ada pelaku usaha yang sudah berdiri. Kemudian komoditi atau keunggulan daerah yang bisa di bawa keluar,” papar Welem Thobias Fofid di akhir wawancaranya.

Tinggalkan Balasan