Kesan Atlet Menembak Jatim Peraih Medali Emas Selama Berada di Papua

Atlet Menembak Putri Jawa Timur, Diaz Kusumawardani

SENTANI, jayapurakab.go.id – Peraih Medali Emas, cabang olahraga (Cabor) Menembak nomor 50 meter Three Position Women Individual, Diaz Kusumawardani Kontingen Jawa Timur, menjelaskan perolehan medali emas yang diperolehnya dalam event PON XX Papua, memberi kebanggaan yang luar biasa bagi dirinya dan merupakan perjalanan prestasi kedua kalinya dalam pelaksanaan PON XX di Papua.

“Kalau di Papua sini cuacanya cukup panas. Namun hal tersebut tidak mengurangi semangat semua peserta untuk berlomba, dan meraih medali emas yang saya peroleh ini saya persembahkan untuk orang tua, keluarga, semua yang sudah mendukung saya dan juga untuk Provinsi Jawa Timur,” ungkap Diaz ketika menjawab pertanyaan wartawan media online ini usai pertandingan dan pengalungan medali emas di Lapangan Menembak Indoor Kompleks Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, kemarin.

Diaz mengakui, Papua memiliki keunikan alam yang luar biasa, kotanya bagus, pemandangannya indah, penantian untuk ke Papua tertunda setahun akibat pandemi Covid-19, akhirnya di tahun 2021 ini PON XX bisa diselenggarakan di Papua.

“Kita datang sejak tanggal 29 September, terus kesan saya Papua itu bagus sekali, baik venuenya, suasana tempatnya, terus kotanya juga bagus, pemandangannya banyak yang indah. Sebenarnya, kalau misalnya ditanya selama di Papua sini, saya betah selama di sini, kemudian dari akomodasi dan makanan (konsumsi) itu juga udah bagus. Karena kemarin kan ada kabar sebelum kita berangkat ke sini, katanya nanti kalau makanannya terlambat gimana, kelihatannya kok belum siap gitu,” ungkap peraih medali perunggu di nomor Three Position Women Team.

“Tapi, ternyata saya sampai di sini, mess nya lumayan bagus, makanannya juga ada dan juga gak yang ecek-ecek. Emang bagus makanannya, porsinya juga cukup dan proteinnya juga ada gitu banyak, jadi overall baguslah,” tambah penembak putri Jatim yang sedang menempuh S2 nya di Fakultas Manajemen Bencana Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur.

Lanjut atlet menembak nasional Indonesia jebolan Pelatnas Menembak ini juga menambahkan, bahwa dirinya sangat bangga dapat mengikuti pelaksanaan PON XX di Papua.

Kesiapan yang dilakukan dirinya sudah dari lima tahun yang lalu pascapelaksanaan PON XIX 2016 di Jabar, untuk target Medali Emas memang sudah dirinya pastikan.

“Iya, itu emang nomor utamanya saya di situ. Untuk persiapannya saya, ya itu total hampir lima tahunan lah dari PON (XIX) lalu. Kebetulan juga saya masuk di Pelatnas, jadi lumayanlah dan juga ada keuntungan buat Jawa Timur,” tambah atlet menembak putri yang masih berusia 25 tahun tersebut.

“Kebetulan setahun kemarin itu, saya sempat ikut ajang world cup. Terus sama Ketum PB Perbakin ini memang luar biasa sekali, jadi kita selalu ada pertandingan-pertandingan, ya semacam kejurnas tapi via online gitu. Karena kita gak perlu kontak fisik kan, jadi bisa diadakan secara online, dan itu hampir setiap bulan diadakan pertandingan secara online itu,” sambung Diaz yang berhasil meraih perunggu saat berpasangan dengan Rafi Arofah di nomor final 50 meter Three Position Women Team.

Selain itu, atlet penembak putri Indonesia jebolan Pelatnas Menembak ini memuji lapangan menembak indoor PON XX Papua yang berada di Kompleks Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura.

“Kalau untuk venue pertandingan ini, kebetulan inikan lapangannya sudah bagus dan standar internasional. Jadi mungkin teman-teman di sini, teman-teman atlet Papua lebih semangat latihannya. Karena fasilitasnya sudah sangat luar biasa sekali di sini. Bahkan kalau dibandingkan dengan fasilitas kita di Surabaya, itu nggak seperti ini. Kalau di sini semuanya kan elektronik target, ada banyak jumlahnya. Kalau kita di Surabaya cuma dikit dan masih ada lapangan manualnya gitu,” bebernya.

“Jadi venue di sini lebih baguslah buat teman-teman atlet di sini. Supaya bisa lebih berprestasi lagi, lebih giat latihannya dengan tersedianya fasilitas yang sangat bagus dan standar internasional,” tukas Diaz Kusumawardani yang juga meraih medali perak di nomor final 10 meter Air Rifle Women Individual.

Tinggalkan Balasan