Kongres Kebudayaan Desa, Pemda Jayapura Akan Jadi Narasumber

SENTANI, jpr – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE., M.Si mengatakan Kabupaten Jayapura telah ditunjuk oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian sebagai salah satu pembicara dalam Kongres Kebudayaan Desa yang siap digelar pada Agustus 2020 ini.

“Kita juga tidak tahu kenapa kita ditunjuk menjadi salah satu pembicara dalam kongres itu,” kata Mathius Awoitauw kepada wartawan di Sentani, Sabtu (27/6).

Dia menjelaskan, Kongres Kebudayaan Desa tingkat nasional yang digelar oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia itu berbicara mengenai ketahanan pangan yang dimulai dari kampung atau desa di tengah pandemi Covid-19 ini.

Sehubungan dengan itu kata dia, Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura sudah menjalankan kebijakan melalui program ketahanan pangan yang dimulai dari kampung-kampung atau desa selama masa pandemi Covid 19 ini. Program kebijakan ini dibuat Bupati Mathius sebagai upaya untuk mengantisipasi kekurangan pangan akibat pandemi Covid-19.

“Yang bertahan dalam situasi seperti ini adalah petani. Di luar dari itu semua berantakan. Maka dari itu Menteri Pertanian Republik Indonesia sudah menegaskan akan hal itu, bahwa sekarang ini, dalam rangka normal baru, kampung menjadi kekuatan untuk masa depan dan ini sudah teruji,” ujarnya.

Terkait itu juga, Kabupaten Jayapura sudah mencanangkan program ketahanan pangan di 139 kampung yang didanai dengan menggunakan alokasi Anggaran Dana Desa senilai 100 juta rupiah setiap kampung. Saat ini masyarakat sudah mulai menggarap dan menanam komoditas pertanian untuk mendukung program tersebut.

“Karena itu wilayah hijau yang sudah kita canangkan program ketahanan pangan itu harus diperkuat, karena ini juga berkaitan dengan masa depan Indonesia. Saat ini masyarakat sedang giat-giatnya berada di kebun dan itu harus dipertahankan dan ditingkatkan,” tandasnya.

Menurutnya secara nasional sepertinya sudah mempunyai kesimpulan bahwa, masalah yang sering muncul berkaitan dengan Kamtibmas selama masa pandemi Covid 19 ini sering dipicu karena masalah ekonomi. Sehingga satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat bagaimana menggerakkan masyarakat untuk kembali berkebun karena hal itu juga sesuai dengan potensi alam Indonesia khususnya Papua yang mempunyai lahan subur untuk pertanian.

“Jadi kita tidak perlu pakai ilmu lain lagi, kita pakai ilmu Covid 19 saja untuk mengambil kesimpulan ini. Karena itu sekarang orang sedang berdiskusi, mungkin mulai Juli sampai Agustus Kongres Kebudayaan Desa dilaksanakan, puncak acaranya sekitar tanggal 15 sampai 17 Agustus 2020,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan