Menpora Senang PON Papua Berdampak Positif ke Ekonomi Masyarakat

Seorang petugas memilih tas noken di sebuah stan UMKM di halaman GOR Trikora Universitas Cenderawasih, Jayapura, Papua, Rabu (29/9/2021). Berbagai pernak-pernik khas daerah Papua ditampilkan di sejumlah venue cabang olahraga untuk memeriahkan pagelaran PON Papua. ANTARA FOTO/Indrayadi TH/tom.

SENTANI, jayapurakab.go.id – Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua ternyata memberi dampak yang positif terhadap sektor ekonomi masyarakat Papua. Mulai dari pedagang kaos hingga sovenir bisa meraup untung jutaan rupiah. Kondisi ini langsung mendapat sambutan positif dari Menteri Pemudah dan Olaharaga (Menpora), Zainudin Amali.

Menpora Amali mengatakan banyak masyarakat yang diuntungkan dengan adanya PON di Papua. Di sekitar tempat pembukaan yakni di Stadion Lukas Enembe terlihat banyak masyarakat yang berjualan baju dan sovenir.

“PON sangat memiliki dampak ekonomi terhadap masyarakat sekitar, banyak yang berjualan kaos atau sovenir terkait PON. Apalagi di sini kondisnya aman terkendali,” kata Menpora Amali, Kamis (30/9/2021)

Apa yang disampaikan Menpora Amali dirasakan langsung oleh salah satu pedagang kaos dan sepatu PON XX yakni Ibu Erna. Tumpukan kaos, polo shirt dan sepatu berwarna biru dengan motif tulisan “Torang Bisa” dan PON XX Papua ditata dengan rapi di atas meja kayu berukuran 1×2 meter. Sambil menyeka keringat, Ibu Erna sebagai penjual tampak sibuk menawarkan baju daganganya kepada para pejalan kaki yang lewat. “Silahkan bapak beli baju atau sepatunya,” kata Bu Erna.

Ya, ajang PON XX Papua tahun ini dijadikan kesempatan bagi Bu Erna untuk berjualan baju dan sepatu PON jalan Sentani daerah Taman Bunga. Ia sendiri mengatakan sudah satu minggu ini berjualan baju atau sepatu PON XX. “Saya sudah satu minggu jualan di sini, biasanya pakai mobil. Tapi karena mobilnya lagi dipakai maka sekarang saya buka dengan meja seperti ini,” tambahnya.

Bu Erna menyampaikan baju atau sepatu yang dijualnya ini berbagai macam harganya. Untuk kaos biasanya dia jual Rp100 ribu, Polo Shirt Rp150 ribu, dan sepatu Rp250 ribu. Barangnya pun dia mengaku didatangkan dari Jakarta langsung. “Kebetulan kaosnya sudah habis bapak, tinggal polo shirt dan sepatu saja,” katanya dambil menunjukkan contoh baju yang digantung.

Dia mengatakan sudah satu minggu ini berjualan di daerah Taman Bunga. Untuk pendapatan sendiri dia mengaku tergantung dari penjualan, minimal dalam satu hari dia bisa meraup penjualan sampai 1 juta rupiah. “Untuk penjualan kadang ramai dan sepi, tapi tiap hari pasti ada yang beli. Sehari bisa lah dapat 1 juta,” ujarnya sambil tersenyum.

Bu Erna sendiri mengaku senang dengan digelarnya PON XX di Papua ini. Menurutnya adanya event olahraga seperti ini bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat Papua. “Saya senang ada PON XX Papua, selain bisa jualan baju untuk tambah pendapatan, banyak warga daerah lain yang datang ke sini,” katanya.

 

Sumber: infopublik.id

Tinggalkan Balasan