Pemkab Jayapura Memberikan Ruang Bagi Masyarakat Untuk Berinovasi

Sentani, Jpr – Pembukaan Festival Danau Sentani (FDS), yang merupakan event tahun Pemerintah Kabupaten Jayapura, yang kini memasuki tahun kesebelas, kembali digelar oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura. Event tahunan yang berlangsung pada tanggal 19 sampai 23 Juni setiap tahunnya, kali ini dikelolah oleh pihak ketiga, dan bukan pemerintah.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE,M.Si, menyampaikan bahwa ada dua hal pada  event ini, pertama dikelolah oleh pihak ketiga, bukan pemerintah daerah.

“kedua, rupanya kuliner dan sejumlah kerajinan itu semua masyarakat di Kabupaten ini yang benar benar diberikan ruang seluas-luasnya,” tambahnya.

“Jadi Kearifan lokal, produk lokal itu yang kita bagi. tadi kita lihat banyak sekali kuliner yang tidak kalah dengan produk-produk lain diluar Papua. Prestasinya sudah bagus, tinggal bagaimana kita dorong terus menjadi kebiasaan hari-hari di Kabupaten dan di Kota Jayapura,” ucapnya.

“Infrastruktur kita masih kurang, infrastruktur bukan jalan saja. Tapi infrastruktur terhadap, bagaimana kita menyiapkan, ada tempat-tempat di Kampung yang orang bisa kunjungi, tidak mesti homestay, tapi ada rumah masyarakat yang layak untuk orang bermalam disitu,” katanya.

“Aman, bersih. Saya pikir, hal-hal ini yang perlu kita dorong harus tercipta. Ini bisa dipublikasikan keluar. Sehingga kapan saja, tidak harus FDS, orang bisa datang untuk menikmati sendiri di kampung-kampung dan juga ketersediaan kuliner khas, juga kerajinan,” tuturnya.

“Lebih penting adalah keamanan dan kenyamanan orang disitu, lebih penting lagi privasi orang harus dijaga. Ini yang kadang-kadang kita harus terus bicara kepada masyarakat, sehingga masyarkat sendiri yang menyiapkan, bukan oleh pihak-pihak lain,” harapnya.

“Saya pikir itu yang akan kita coba dorong. Potensi alam dan budaya sudah tersedia, tinggal bagaimana mainset masyarakat fokus pada industri pariwisata itu,” imbuhnya.

Terkait dengan pelaksanaan Pembukaan FDS, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, mengatakan bahwa menurutnya dari hasil pameran dan beberapa hal, lumayan. Karena ini bukan puncaknya. Puncaknya kan nanti tanggal 23.

 

Kenapa Memilih Untuk Memasuki Stan Khusus Kopi dan Sagu?

“Kita rencana kedepan produk ini harus terus kita kembangkan. Kita bicarakan menjadikan ikon untuk kuliner di Papua. Kita mulai dari Jayapura, pemerintah Provinsi juga begitu antusias untuk memberikan dukungan kepada dua komoditas ini,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan