Penelitian dampak Lokalisasi PSK di Tanjung Elmo

Di tengah pembangunan yang dilaksanakan pemerintah, timbul pula berbagai penyakit sosial yang membawa dampak buruk bagi masyarakat yang berdomisili di Kabupaten Jayapura dan sekitarnya, yaitu masalah prostitusi yang lokalisasi yang ada di Distrik Sentani  Kampung asei Kecil atau yang sering di juluki Tanjung Elmo.

Atas Keprihatinan berbagai Pihak terutama pemerintah Kabupaten Jayapura dan juga berbagai lembaga terutama salah satu Universitas yang ada di Jayapura yaitu Universitas Cendrawasih (UNCEN), sehingga mengadakan penelitian dampak dari adanya lokalisasi PSK tersebut.

Tujuan dari Penelitian ini adalah Untuk mengetahui karakteristik Pekerja Seks Komersial (PSK) dan penghuni Tanjung Elmo, Untuk menganalisis dampak Lokalisasi Pekerja Seks Komersial (PSK)  di Tanjung Elmo , Untuk menganalisis dampak kebijakan penutupan bagi Pekerja Seks Komersial (PSK), Penghuni Tanjung Elmo dan Masyarakat Kabupaten Jayapura.

Menurut penelitiannya jumlah masyarakat penghuni Tanjung Elmo yaitu MMucikari/Wisma : 25 Unit ,PSK : 274 Org dan Pengusaha/Pekerja: 13 Org. dampak dari lokalisasipun ada dua yaitu pro dan konra, dimana dari dampak pro : 1. pencegahan agar efek berkurang, Tahun 2019 Indonesia bebas prostitusi , pbb : tahun 2015 penurunan hiv/aids dan Kemensos setuju dengan penutupan lokalisasi. sedangkan dari sudut kontra yaitu bila lokalisasi ditutup efek akan lebih merambah/meluas, psk tidak akan terkontrol lagi kesehatannya prostitusi terselubung. (UNCEN_els)

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan