SENTANI, jayapurakab.go.id – Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) dalam memperingati HUT Republik Indonesia ke- 81 pada 17 Agustus 2026, mulai melakukan berbagai tahapan persiapan, khususnya untuk pelaksanaan pengibaran bendera merah putih.
Dengan fokus utama mempersiapkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Perlu diketahui proses seleksi Paskibraka berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya karena adanya perubahan regulasi dari pemerintah pusat membuat tahapan seleksi menjadi lebih ketat, termasuk penerapan sistem pendaftaran yang dilakukan secara online, kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jayapura Abdul Hamid Toffir saat diwawancara di ruang kerjanya, Senin 13/04/2026.
Toffir menjelaskan pelaksanaan seleksi, Kesbangpol bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk para alumni Paskibraka serta unsur TNI dan Polri, terutama dalam mendukung proses pelatihan nantinya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan (Bakesbangpol) mengatakan ada 90 peserta calon paskibraka, dimana para peserta terlebih dahulu mengikuti try out atau latihan soal yang disiapkan oleh BPP Jakarta melalui online,
Toffir menjelaskan seleksi dilaksanakan secara bertahap dan menggunakan sistem gugur.
“Jadi hari ini mereka try out dulu, latihan soal dari BPP Jakarta. Besok baru mulai seleksi sebenarnya, dari tanggal 14 sampai 17 April,” ujarnya.


Sara menjelaskan, pada 14 April, peserta akan mengikuti tes wawasan kebangsaan dan intelegensia umum yang dilaksanakan secara online oleh DPP Jakarta dengan dukungan DPPI Provinsi Papua.
Lalu 15 April, peserta menjalani tes kesehatan dan parade yang ditangani oleh tim Dinas Kesehatan. Tim tersebut terdiri dari satu dokter dan tiga tenaga medis, serta didukung satu unit ambulans untuk mengantisipasi kondisi darurat selama pelaksanaan seleksi.
Memasuki hari ketiga, 16 April, peserta mengikuti tes kesamaptaan dan peraturan baris berbaris (PBB) dengan pelatih dari Rindam dan Koramil Sentani. Pada hari yang sama juga dilaksanakan tes kepribadian oleh tim Kesbangpol yang terdiri dari empat orang.
“Dalam tes kepribadian, kita cek juga media sosial peserta. Kalau ada konten yang tidak sesuai, seperti pornografi atau hal negatif lainnya, otomatis tidak bisa lolos,” tegasnya.
Selain itu, peserta juga dinilai dari aspek bakat dan talenta, seperti kemampuan menari dan menyanyi.
Seleksi dilakukan secara ketat dengan sistem gugur di setiap tahapan. Peserta yang tidak memenuhi nilai ambang batas pada tahap awal secara otomatis tidak dapat melanjutkan ke tahap berikutnya.
Dari seluruh peserta, nantinya akan dipilih 30 orang terbaik di tingkat kabupaten dan 12 orang mewakili Kabupaten Jayapura ke tingkat provinsi.
Adapun persyaratan fisik peserta calon paskibraka, meliputi tinggi badan minimal 170 hingga 180Cm untuk laki-laki dan 165 hingga 170 cm untuk perempuan.
Sementara itu, peserta juga diwajibkan membawa dokumen asli yang sebelumnya telah diunggah saat pendaftaran, seperti kartu keluarga, rapor, surat izin orang tua, serta surat keterangan kesehatan.

Meski telah membawa surat keterangan sehat, seluruh peserta tetap akan menjalani pemeriksaan kesehatan lanjutan, termasuk pemeriksaan fisik, gigi, kehamilan, hingga tes HIV oleh tenaga medis yang telah ditunjuk. Untuk memastikan peserta terbaik yang siap bersaing di tingkat kabupaten dan provinsi.
Penulis & Foto : Imel
Admin : Rilva

