SENTANI, jayapurakab.go.id – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jayapura menggelar Halal Bihalal 1447H (2026M) yang dihadiri Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard Yocku, S.H., di Masjid Agung Al Aqsa Sentani, Kamis 16/04/2026.
Pada kegiatan tersebut dihadiri jajaran Kementerian Agama, pemerintah daerah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, serta berbagai mitra kerja dan pihak terkait
Wakil Bupati Haris Yocku mengatakan momentum halal bihalal terus menjaga persatuan dan kebersamaan demi kemajuan daerah ke depan. Menuju kabupaten yang lebih baik dan seluruh elemen masyarakat bersatu.


“Kabupaten ini adalah rumah kita bersama. Karena itu kita semua punya tanggung jawab untuk menjaga dan merawatnya agar tetap baik ke depan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, visi dan misi kepemimpinan bersama Bupati Jayapura mengusung nilai “Kasih Mempersatukan Perbedaan” sebagai landasan utama pembangunan. Di mana nilai kasih menjadi kunci dalam membangun hubungan yang harmonis antar sesama, sekaligus menjadi kekuatan dalam menyelesaikan berbagai persoalan daerah.
Ia juga menekankan pentingnya toleransi di tengah keberagaman yang ada di Kabupaten Jayapura. Perbedaan agama, keyakinan, maupun latar belakang dinilai sebagai hal yang wajar, selama tetap dijaga dalam semangat persatuan.
“Agama boleh berbeda, keyakinan boleh berbeda, tetapi Tuhan yang kita sembah tetap satu. Karena itu mari kita tinggalkan perbedaan dan jaga keutuhan serta keharmonisan,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Papua menjadi contoh nyata toleransi di Indonesia, di mana kehidupan antar umat beragama berjalan rukun dan saling menjaga.
“Di sini kita lihat gereja dan masjid berdampingan. Saat ibadah, umat lain turut menjaga. Ini yang harus kita pertahankan,” ungkapnya.
Pemerintah juga mengakui masih banyak tantangan yang dihadapi daerah saat ini. Namun dengan kebersamaan dan semangat kasih, seluruh persoalan diyakini dapat diselesaikan bersama.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Pemerintah butuh dukungan seluruh stakeholder dan masyarakat untuk menjaga keutuhan dan membangun daerah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta berharap Kabupaten Jayapura dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Papua maupun secara nasional.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jayapura, Steven Wonmaly mengatakan halal bihalal dimanfaatkan sebagai ajang memperkuat silaturahmi sekaligus meneguhkan nilai moderasi beragama di tengah masyarakat Kabupaten Jayapura.
Halal bihalal menjadi ruang pertemuan untuk saling mempererat hubungan antar sesama.
“Kita bersyukur dan berterima kasih. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah silaturahmi, mempertemukan kita semua dalam kebersamaan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa dalam setiap pertemuan seperti ini, penting untuk terus menyampaikan pesan-pesan moderasi beragama sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat yang damai.
“Moderasi itu adalah peran yang harus ada dalam diri kita, terutama di tengah keberagaman. Dengan moderasi, kita bisa mewujudkan kerukunan,” katanya.
Menurutnya, sikap saling menghargai dan memahami perbedaan menjadi kunci utama dalam menjaga keharmonisan di tengah masyarakat yang majemuk.
Pemerintah dan seluruh elemen masyarakat diharapkan terus menjaga nilai-nilai tersebut agar kehidupan sosial tetap harmonis, aman, dan penuh rasa saling percaya.
Penulis & Foto : Imel
Admin : Rilva

