SENTANI, jayapurakab.go.id – Setelah banjir melanda beberapa wilayah, kolaborasi antara TP-PKK Kabupaten Jayapura, Dinas Kesehatan dan Puskesmas melahirkan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis di Kampung Ifar Besar, Distrik Sentani, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan ini melibatkan warga dari enam kampung, yakni Yahim, Yobe, Kenzio, Hobong, Ifale, dan Ifar Besar. Kegiatan tersebut disambut antusias oleh masyarakat.
Untuk memastikan masyarakat mau periksa kesehatan, Ketua TP-PKK Kab. Jayapura Ny. Dewi Sartika Wonda, S.Par., bersama Wakil Ketua I Ny. Anitha Hening F. Yocku turun langsung dan menjadi peserta pertama tes kesehatan gratis.
Ketua TP-PKK Kabupaten Jayapura, Ny. Dewi Sartika Wonda, S.Par., mengungkapkan kegiatan ini bukti nyata bahwa pemerintah benar-benar menempatkan kesehatan sebagai prioritas utama.
“Setiap kami turun ke kampung, pertanyaan warga selalu sama: kapan ada cek kesehatan gratis? Nah, sekarang kami wujudkan, ini jawaban atas harapan yang mereka sampaikan selama ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, banyak warga enggan cek kesehatan di kota karena biayanya mahal. Lewat program ini, dengan ada layanan PKG setara dengan medical check-up lengkap, tapi tidak dipungut biaya sepeser pun. “Yang biasa bayar jutaan, sekarang dapat gratis. Semua orang usia 15 tahun ke atas boleh ikut, tak ada syarat ribet,” jelasnya semangat.
Cakupan pemeriksaannya, mulai dari ukur berat dan tinggi badan, tes darah untuk cek gula, kolesterol, asam urat, deteksi malaria, HIV, sampai rekam jantung. Khusus ibu-ibu yang sudah berkeluarga, ada layanan IVA test untuk deteksi dini kanker serviks, dan kalau terindikasi, selanjutnya langsung akan dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura dr. Anton Tony Mote, M.KM., menyebutkan, program serupa juga diadakan rutin setiap tahun, bahkan cakupannya lebih luas lagi.
Untuk anak usia sekolah, petugas langsung datang ke lokasi belajar supaya orang tua tidak perlu repot antar jemput. Pihaknya juga mengimbau, orang tua ajari anak agar tidak takut atau menolak saat diperiksa. “Ini kebaikan buat mereka, kalau ada apa-apa ketahuan awal, jadi nggak sampai parah dan sulit diobati nantinya,” pesannya.
Masih banyak warga yang punya anggapan kalau badan terasa sehat berarti tidak perlu cek kesehatan. Kedua narasumber sepakat, pandangan itu salah besar. “Banyak penyakit diam-diam berkembang, baru terasa pas sudah stadium lanjut. Rugi sendiri kan, kalau sudah begini biayanya mahal dan penyembuhannya susah,” kata Kepala Dinas.
Program ini juga jadi upaya menekan angka kesakitan dan kematian, sekaligus memberantas tiga penyakit mematikan di daerah ini yaitu malaria, TBC dan HIV. “Ada kader yang akan datangi rumah satu per satu, kalau diminta cek darah jangan tolak ya. Target kami, tahun 2030 ketiga penyakit ini sudah hilang total dari Jayapura,” tegas Tony Mote.

Sebagai apresiasi, peserta kegiatan di Sentani dapat paket sembako tambahan untuk dibawa pulang. Ny. Dewi menutup dengan pesan menyentuh, “jangan tunggu sakit baru berobat. Kalau rutin jaga kesehatan, umur kita panjang, bisa lihat cucu tumbuh, sampai lihat cicit lahir dan besar. Itu kebahagiaan yang tak ternilai harganya,” ucapnya disambut riuh tepuk tangan warga.
Penulis : Fuad
Foto : Lucky & Aris
Admin : Rilva

