SENTANI, jayapurakab.go.id – Pemerintah Kabupaten Jayapura memperkuat akses layanan kesehatan bagi masyarakat dengan menjalin kerja sama strategis bersama tiga klinik berbasis gereja. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat, mudah dijangkau, dan gratis bagi masyarakat, khususnya Orang Asli Papua (OAP).
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Jayapura dan tiga klinik gereja, yakni Klinik Gereja GIDI di Stakin Sentani, Klinik Gereja KIMI di Kampung Harapan, serta Klinik Gereja Katolik yang berlokasi di kawasan Hawaii, Sentani, Senin (1/6/2026).



Bupati Jayapura, Yunus Wonda, mengatakan langkah tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini menghadapi kendala akses terhadap layanan medis.
“Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Kami ingin layanan kesehatan semakin dekat dan mudah diakses oleh masyarakat,” kata Yunus Wonda.
Menurutnya, keberadaan klinik-klinik berbasis gereja memiliki peran penting dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan karena berada lebih dekat dengan komunitas dan masyarakat di tingkat akar rumput.


Ia berharap kerja sama serupa dapat diperluas dengan melibatkan lebih banyak gereja dan lembaga keagamaan di Kabupaten Jayapura, sehingga jaringan pelayanan kesehatan dapat menjangkau lebih banyak warga di berbagai wilayah.
“Kami membuka ruang kolaborasi yang seluas-luasnya. Jika gereja-gereja lain memiliki kesiapan untuk membuka layanan kesehatan, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan siap berkoordinasi dan mendukung,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Jayapura, Dewi Sartika Wonda, menyebut peresmian tiga klinik berbasis gereja tersebut merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat yang menginginkan akses pelayanan kesehatan yang lebih mudah dan terjangkau.


Menurutnya, masih banyak warga yang menghadapi kendala dalam memperoleh layanan kesehatan, termasuk karena belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Kehadiran klinik-klinik tersebut diharapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan medis dasar.
“Program ini hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Kami ingin memastikan warga tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan, terutama mereka yang mengalami keterbatasan akses maupun belum memiliki BPJS,” kata Dewi Sartika.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan dan seluruh pihak yang terlibat dalam mewujudkan kerja sama tersebut. Menurutnya, kehadiran fasilitas kesehatan yang lebih dekat dengan lingkungan masyarakat akan mendorong kesadaran warga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.



Dewi Sartika menegaskan bahwa layanan kesehatan yang diberikan melalui tiga klinik tersebut dapat diakses masyarakat secara gratis.
“Manfaatkan fasilitas ini dengan baik. Jangan menunggu sakit menjadi parah baru datang berobat. Pemeriksaan sejak dini sangat penting untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyakit berkembang lebih serius,” ujarnya.

Melalui kerja sama ini, Pemerintah Kabupaten Jayapura berharap pemerataan layanan kesehatan dapat terus ditingkatkan, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan dalam menghadirkan pelayanan publik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Penulis & Foto : Eky
Admin : Rilva

