FDS 2026 Diundur ke September, Pemkab Jayapura Fokus Matangkan Infrastruktur dan Konsep Festival

Agenda Berita Budaya Daerah

Ketua Panitia FDS XV 2026 Gilberd R. Yakwart, S.STP., M.KP., saat diwawancara di Sentani. Rabu (24/06/2026)

SENTANI, jayapurakab.go.id – Pemerintah Kabupaten Jayapura resmi menunda pelaksanaan puncak Festival Danau Sentani (FDS) Tahun 2026 ke bulan September. Keputusan tersebut diambil dalam rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Jayapura bersama Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), 19 kepala distrik, serta panitia pelaksana FDS, di Hotel Kartens Sentani, Rabu 24/06/2026.

Asisten I Bidang Pemerintahan Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Jayapura selaku ketua panitia FDS XV 2026 Gilberd R. Yakwart, S.STP., M.KP., mengatakan puncak Festival Danau Sentani yang semula dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 kini diundur menjadi 1-5 September 2026. Sementara rangkaian kegiatan pra-event akan dimulai sejak 20 Agustus 2026.

“Keputusan ini diambil setelah melihat kesiapan infrastruktur di lokasi pelaksanaan festival. Dari hasil paparan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DP2KP) serta Dinas Pekerjaan Umum, progres pekerjaan saat ini baru mencapai sekitar 35 persen sehingga belum memungkinkan untuk digunakan dalam waktu dekat,” ujarnya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Jayapura tidak ingin memaksakan pelaksanaan festival tanpa didukung kesiapan sarana dan prasarana yang memadai. Karena itu, penundaan dinilai sebagai langkah terbaik agar penyelenggaraan FDS 2026 dapat berlangsung lebih baik dan memberikan kesan positif bagi pengunjung.

“Saya bersama Bupati sudah turun langsung meninjau lokasi. Memang proses penimbunan sudah selesai, tetapi masih ada pekerjaan pengecoran dan penataan kawasan yang membutuhkan waktu. Karena itu diputuskan untuk menggeser pelaksanaan festival ke bulan September,” katanya.

Yakwart mengakui penyelenggaraan FDS tahun ini menjadi tantangan tersendiri karena pemerintah berupaya menghadirkan festival yang lebih panjang dengan anggaran yang lebih efisien. Jika pada tahun-tahun sebelumnya festival berlangsung sekitar empat hingga lima hari dengan anggaran mencapai Rp6 miliar hingga Rp7 miliar, maka tahun ini pelaksanaan dirancang lebih panjang dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp2,5 miliar yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Ini tantangan yang cukup berat. Kita ingin menghadirkan kegiatan yang lebih meriah, lebih lama, tetapi dengan anggaran yang jauh lebih efisien,” ujarnya.

Meski jadwal pelaksanaan berubah, Pemerintah Kabupaten Jayapura memastikan tetap akan berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata karena Festival Danau Sentani telah masuk dalam agenda nasional melalui Karisma Event Nusantara (KEN).

“Kami akan menyampaikan secara resmi kepada Kementerian Pariwisata terkait penyesuaian jadwal ini. Perubahan dilakukan semata-mata karena kesiapan infrastruktur yang belum maksimal,” jelasnya.

Pada FDS 2026, pemerintah menyiapkan sejumlah atraksi budaya dan kegiatan unggulan yang melibatkan langsung masyarakat adat serta pelaku UMKM lokal. Salah satu program yang akan menjadi daya tarik utama adalah makan papeda gratis bagi seluruh pengunjung.

“Kami akan menyiapkan satu hari khusus makan papeda gratis. Masyarakat Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, maupun wisatawan yang datang bisa menikmati papeda secara gratis. Kami akan memberdayakan mama-mama asli Sentani untuk menyiapkan makanan tersebut,” katanya.

Selain itu, panitia juga merencanakan kegiatan minum kopi gratis menggunakan kopi asli Kabupaten Jayapura sebagai upaya mempromosikan komoditas lokal kepada wisatawan.

Tak hanya itu, pemerintah juga tengah menyiapkan pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui pembuatan satu juta hiloi oleh mama-mama Papua. Upaya tersebut bahkan telah dikomunikasikan dengan pihak MURI dan akan menjadi salah satu ikon utama FDS tahun ini.

Berbagai atraksi budaya khas Sentani lainnya juga akan ditampilkan, termasuk tradisi menyelam sambil mengisap rokok, tarian adat, serta berbagai pertunjukan budaya yang menjadi identitas masyarakat di kawasan Danau Sentani.

“Festival Danau Sentani bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah untuk memperkenalkan budaya, kuliner, dan potensi ekonomi masyarakat Kabupaten Jayapura kepada Indonesia bahkan dunia,” pungkasnya.

Penulis : Imel

Foto      : Eky

Admin  : Rilva