Bupati Jayapura Dukung WVI Gelar Lokakarya Kabupaten Layak Anak

Berita Daerah Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak

Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., foto bersama jajaran Wahana Visi Indonesia (WVI) dari berbagai daerah di Papua dalam kegiatan Lokakarya Kabupaten Layak Anak, di Hotel Suny Sentani. Selasa (19/8/2025). (Foto: Ekky)

SENTANI, jayapurakab.go.id – Wahana Visi Indonesia (WVI) menggelar Lokakarya Kabupaten Layak Anak (KLA) yang bertujuan memperkuat implementasi program perlindungan anak di Kabupaten Jayapura.

Lokakarya ini dibuka secara resmi oleh Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., bersama jajaran WVI dari berbagai daerah di Papua. Kehadiran Bupati sekaligus menunjukkan dukungan Pemerintah Kabupaten Jayapura terhadap program pemenuhan hak anak serta pencegahan kekerasan terhadap anak. Kegiatan berlangsung di Hotel Suny Sentani, Selasa (19/8/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Jayapura menegaskan bahwa upaya mewujudkan Kabupaten Layak Anak harus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan. Ia meminta dinas-dinas terkait, terutama Dinas Pendidikan serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA), untuk benar-benar fokus menjalankan program, bukan hanya aktif saat ada momentum tertentu.

“Sekolah berpola asrama bagi anak-anak bukan hanya memberikan pendidikan formal, tetapi juga membentuk karakter. Terutama dengan latar belakang rohani, pola pendidikan ini akan membantu anak-anak membangun mental yang kuat,” ujar Bupati.

Menurutnya, visi dan misi WVI sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Jayapura, yakni menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan globalisasi dan era digital. Ia menekankan, perhatian terhadap anak-anak tidak boleh hanya terfokus di perkotaan, tetapi juga harus menjangkau daerah-daerah terpencil sesuai kondisi lokal.

“Anak-anak Jayapura harus dibentuk berdasarkan lingkungan dan potensi daerahnya. Sejak dini mereka perlu diajarkan mencintai alam, menjaga lingkungan, serta memanfaatkan potensi daerah secara berkelanjutan. Dengan begitu, mereka tumbuh menjadi generasi yang kuat, berkarakter, dan cinta lingkungan,” ungkapnya.

Sementara itu, Area Program Manager Cluster Papua WVI, Pince Siska Analia, menjelaskan bahwa WVI merupakan organisasi kemanusiaan Kristen yang berfokus pada pemenuhan hak-hak anak tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun gender.

Ia menambahkan, Lokakarya Kabupaten Layak Anak bukanlah kegiatan yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari rangkaian inisiatif yang telah dilakukan WVI sejak 2015 sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah.

“WVI bersama Pemerintah Kabupaten Jayapura telah menyelenggarakan berbagai workshop dan diskusi terkait Kabupaten Layak Anak, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Bahkan pada tahun 2023 – 2024, kami turut mendukung penyusunan roadmap literasi dan roadmap pemenuhan hak-hak sipil anak di Papua,” jelasnya.

Lebih lanjut, Pince menekankan bahwa dukungan pemerintah daerah sangat penting agar rencana aksi dan gugus tugas Kabupaten Layak Anak dapat berjalan optimal. Menurutnya, pemenuhan 33 hak anak tidak bisa hanya dibebankan pada satu dinas, tetapi membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

“Melalui Lokakarya ini, kami berharap lahir rencana tindak lanjut yang nyata, sehingga semakin banyak anak-anak Papua yang merasakan hak-hak mereka terpenuhi secara utuh,” pungkasnya.

Penulis: Imel

Editor: Ambros

Admin: Rilva

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *