DKP Siap Penuhi Kuota Perikanan Program Tol Laut di Kabupaten Jayapura

Berita Daerah Perikanan

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Jayapura, Ir. Rudi Afdiner Saragih

[vc_row][vc_column][vc_column_text]SENTANI, jayapurakab.go.id – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Jayapura siap memenuhi kuota sektor perikanan dari program Tol Laut.

Dikarenakan tahun 2022 ini, DKP Kabupaten Jayapura memiliki tantangan yang cukup besar di dalam mewujudnyatakan visi dan misi Bupati Jayapura dalam rangka percepatan pertumbuhan ekonomi di daerah ini.

Tantangan tersebut terkait tonase produk yang harus diwujudnyatakan itu adalah eksistensi Program Tol Laut di Kabupaten Jayapura. Sehingga jauh-jauh hari, baik Bupati Jayapura, Gubernur Papua hingga Kementerian berharap agar tonase produk dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jayapura ini bisa meningkat.

Demikian ditegaskan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Jayapura, Ir. Rudi Afdiner Saragih, saat ditemui di salah satu sudut Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (5/2/2022) kemarin sore.

“Sekarang tonase kita inikan masih terbatas, yang ada di Demta itu, yaitu kustor yang ada dengan mitra kita itu (yang swasta). Kadang itu hampir 2 bulan baru dapat 20 ton. Nah, itu kan karena daya tangkap nelayan kita yang belum maksimal,” ujar Rudi Saragih.

Karena itu, sambung Rudi, harus mencari solusi dan itu merupakan tantangan bersama, sehingga pihaknya bersinergi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua. Setelah itu, pihaknya mulai membuat terobosan untuk melalui budidaya perikanan laut di Kabupaten Jayapura.

“Dan sampelnya yang secara nyata saat ini kita laksanakan di 2 tempat (titik). Yaitu, di Kampung Kandate Distrik Depare dan 1 lagi di Distrik Demta. Di Depapre ini kita mulai tahun lalu dengan menebar bibit ikan Kakap Baramundi (Kakap Putih) dan kemarin sekaligus kita tebar bibit baru Nila Salin,” ujarnya menjelaskan.

Lebih lanjut Rudi Saragih menyebutkan contoh yang dibuat di Depare, dari segi prediksi, kuota untuk produksi dan waktu, sangat luar biasa. Untuk jenis Kakap Baramundi, panen itu rata-rata paling sedikit 1,5 kilogram perekor. Sehingga diperkirakan produksinya bisa mencapai 1,5 ton produksi atau tonase yang bisa dipanen.

“Demikian juga, dengan (ikan jenis) Nila Salin ini juga kita lihat perkembangannya sangat bagus. Nah, karena itu kita berpikir cepat, karena kendala klasik kita dalam perikanan selama ini adalah kendala benih. Oleh karena itulah, kita bersinergi juga dengan mitra-mitra kita, pakar-pakar, PPL senior. Ternyata dari keadaan yang bisa kita lihat di Balai Benih yang ada di Bosnik (Biak) itu kalau dilaksanakan juga di tingkat pembudidaya ikan laut seperti Depapre dengan keramba, itu memungkinkan,” imbuhnya.

Selain itu, Rudi menambahkan, bahwa dalam penjelasan-penjelasan yang disampaikan oleh para pakar itu, dapat ditarik kesimpulan dan akan diprogramkan bersama di Kandate itu akan menjadi pusat pembenihan, sumber benih ikan laut terutama Nila salin dan Ikan Kakap, serta lain sebagainya.

“Dengan demikian, harapan kita untuk menerobos mempercepat tonase-tonase perikanan laut untuk Tol Laut ini, bisa kita percepat dalam 1 atau 2 tahun ini. Dan, ini juga yang selalu disampaikan pak Bupati untuk menjawab Inpres nomor 9 tahun 2020, tentang Percepatan Pembangunan di Papua itu. Dari tingkat bawah, kami selaku OPD akan melihatnya sampai ke tingkat itu,” katanya menerangkan.

Melalui Dinas Kelautan dan Perikanan yang dipimpinnya, Rudi telah menargetkan mulai tahun ini dan seterunya, pihaknya sudah akan berkecimpung di budidaya perikanan laut, tidak saja air tawar lagi. Dan perikanan tangkap juga akan digenjot, sudah direncanakan lagi untuk kustor baru dari mitra swasta sudah ada untuk membangun lagi di Depapre, karena lahan sudah siap. Dengan demikian nanti bisa menjawab tonase-tonase khusus ikan di dalam Tol Laut untuk KM Nusantara 1 itu dapat terpenuhi.

Pihaknya berharap kegiatan yang telah dilaksanakan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Jayapura dalam beberapa waktu terakhir ini mendapat dukungan seluruh masyarakat terutama dari pembudidaya ikan di Kabupaten Jayapura. Sehingga dapat menjawab harapan Pemkab Jayapura memanfaatkan jalur Tol Laut ini.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

Tinggalkan Balasan