SENTANI, jayapurakab.go.id – Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., melakukan kunjungan kerja perdana ke Kampung Omon, Distrik Gresi Selatan, Rabu (7/1/2026). Kunjungan ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya seorang bupati menjejakkan kaki langsung ke Kampung Omon sejak kampung tersebut dibuka.



Didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Jayapura, Ny. Dewi Sartika S. Wonda, S.Par., Asisten I Setda serta jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Bupati Yunus Wonda harus menempuh medan berat dengan berjalan kaki menyusuri hutan dan menyeberangi sungai dari Kampung Buspun. Jalur tersebut merupakan satu-satunya akses yang digunakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.
Bupati Yunus Wonda mengatakan kunjungan ini dilakukan untuk melihat dan merasakan langsung kondisi kehidupan masyarakat di wilayah terpencil.
“Saya ingin merasakan sendiri bagaimana beratnya perjalanan yang harus dilalui masyarakat. Pemerintah harus hadir dan melihat langsung kondisi di lapangan,” ujarnya.



Ia menegaskan kunjungan kerja tersebut bukan bersifat seremonial, melainkan untuk merasakan langsung kondisi kehidupan warga, mendengar langsung aspirasi mereka sebagai dasar penyusunan kebijakan dan program pembangunan yang lebih tepat sasaran, terutama di bidang infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan komunikasi.
Kepala Kampung Omon, Yafet Ted, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kehadiran Bupati Jayapura. Menurutnya, kehadiran tersebut merupakan bukti perhatian nyata pemerintah daerah terhadap masyarakat Kampung Omon.
“Sejak kampung ini dibuka, belum pernah ada bupati yang datang langsung. Kehadiran Bapak Bupati hari ini sangat luar biasa,” ungkapnya.
Ia menambahkan, masyarakat sebelumnya sempat meragukan kemungkinan Bupati dapat mencapai Kampung Omon melalui jalur darat yang berat. Namun, kehadiran langsung Bupati memberi kesempatan bagi warga untuk menyampaikan kebutuhan dan harapan pembangunan kampung.
Yafet Ted berharap komitmen pemerintah daerah dapat segera direalisasikan, khususnya pembangunan akses jalan menuju Kampung Omon. Ia juga menegaskan masyarakat siap mendukung penuh program pembangunan tanpa menuntut ganti rugi lahan.




Melalui kunjungan ini, masyarakat Kampung Omon berharap kehadiran pemerintah daerah dapat membawa perubahan nyata, terutama terkait rencana peningkatan akses dan pembangunan infrastruktur pada tahun 2026.
Penulis : Oskar
Foto : Oskar & Eky
Editor : Ambros
Admin : Rilva

