SENTANI, jayapurakab.go.id – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Jayapura berharap kegiatan pasar murah dapat digelar secara rutin, bukan hanya pada momen hari besar. Hal ini disampaikan untuk menjaga kelangsungan produksi dan meningkatkan pendapatan mereka.
Harapan ini disampaikan langsung oleh Hanace Bemey, salah satu pelaku UMKM yang turut serta dalam Pasar Murah dalam rangka Hari Pangan Dunia 2025 di Lapangan Apel Kantor Bupati Jayapura, Kamis (16/10/2025).
“Kami harap pemerintah lebih sering mengadakan kegiatan seperti ini. Dengan adanya pasar murah, kami bisa berjualan dan hasilnya bisa diputar kembali untuk produksi,” ujar Hanace, yang menjual berbagai olahan pisang seperti keripik pisang original, keripik pisang balado, dan stik pisang balado.
Ia menambahkan, jika boleh adalah sekali dalam seminggu, atau sebulan sekali “Kalau ada kegiatan begini secara rutin, kami memiliki semangat untuk terus bekerja dan memamerkan produk,” terangnya.
Meski produknya sudah dipasarkan di beberapa toko di Sentani, Hanace mengaku masih menghadapi kendala untuk menembus minimarket besar seperti Alfamidi dan Indomaret.
“Padahal, kemasan dan perizinan termasuk sertifikat halal sudah lengkap. Sayangnya, masih ada berbagai alasan dari pihak minimarket,” keluhnya.
Hanace mengungkapkan, mayoritas pelaku UMKM di Kabupaten Jayapura bersifat mandiri. Namun, tanpa akses pemasaran yang memadai, produk yang tidak laku justru menumpuk di rumah.
Oleh karena itu, ia berharap pemerintah tidak hanya menggelar event, tetapi juga menyediakan ruang pemasaran tetap bagi produk lokal.
“Dengan adanya tempat berjualan yang pasti, kami yakin UMKM bisa lebih berkembang,” pungkasnya.











Kegiatan Pasar Murah ini merupakan inisiatif Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk memperingati Hari Pangan sedunia ke- 80, melalui Dinas Tanaman Pangan bekerjasama dengan TP-PKK, sekaligus memberikan wadah bagi UMKM lokal Kabupaten Jayapura.
Penulis : Imel
Foto : Aris & Imel
Editor : Rita
Admin : Rilva

