Seminar Sejarah Masuknya Injil di Ohey Yokhobha Tercatat Menjadi Sejarah Bagi Gereja GKI di Papua

Agama Berita Daerah

SENTANI, jayapurakab.go.id – Seminar sejarah masuknya Injil di Ohey Yokhobha yang diikuti oleh perwakilan 17 jemaat yang ada di pulau Asei, seluruh tokoh agama, para Ondofolo, Khote di Gereja GKI Filadelfia Asei Nolokla Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, yang dibuka oleh Ketua GKI Klasis Sentani, Pdt. Albert Suebu yang ditandai dengan pemukulan tifa, Sabtu, 15/06/2024.

Penjabat ( Pj) Bupati Jayapura, Triwarno Purnomo yang diwakili oleh Kepala Distrik Sentani Timur, Esli Suangburaro menyampaikan selamat atas terlaksananya seminar sejarah masuknya Injil di Ohey Yokhobha.

Sejarah itu merupakan bagian penting dari masyarakat yang tidak boleh dilupakan dan terpisahkan. Dengan perkembangan yang ada, sejarah masuknya Injil tidak boleh dilupakan dan selalu diingat.

“Injil itu merupakan kekuatan bagi kita orang percaya. Di mana generasi mudah sekarang bisa melanjutkan apa yang sudah dibuat oleh tua-tua kita sebelumnya,” ucapnya.

Seminar hari ini menjelaskan bagaimana sejarah pertama masuknya Injil dari tahun 1928 sampai sekarang, di usia 96 tahun masuknya Injil.

“Sejarah itu penting, sehingga seminar yang dilakukan, harus berdampak pada masyarakat terlebih bagi generasi mudah,” ujar Kepala Distrik Sentani Timur.

Ketua Klasis GKI Sentani Pdt. Albert Suebu mengatakan ada 17 jemaat GKI di Sentani Timur dan telah memprakarsai menuju 96 tahun Injil masuk di Kampung Ohey Yokhobha pada 1 Juli 2024.

Berbagai rangkaian kegiatan yang sudah ditetapkan untuk mereka laksanakan, sebelum pada puncaknya 1 Juli 2024 mendatang, salah satunya pelaksanaan seminar tentang sejarah Pekabaran Injil di Kampung Ohey Yokhobha yang dilaksanakan jemaat GKI Filadefila Nolokla.

Pdt. Albert Suebu berharap dengan seminar yang dilakukan ini dapat memperkaya, mempertebal kehidupan spiritualitas dari semua orang yang ada di wilayah Sentani Timur.

“Kemenangan tempat ini telah ditetapkan oleh Tuhan pada tanggal 1 Juli 1928. Di mana pada 1 Juli 2024, mereka merayakan 96 tahun masuknya Injil. Dan pada 1 Juli 2028, Injil memasuki usia 1 abad,” jelasnya.

Pdt. Albert Suebu meminta kepada jemaat-jemaat yang berada di Sentani Timur maju dalam pekerjaan pelayanan.

Baik pekerjaan secara struktural, tetapi juga pekerjaan dalam hal spiritualitas dalam pelayanan. Sebab kita memiliki pedoman tata gereja GKI dari petunjuk teknis dari seluruh pekerjaan sangat lengkap.

Pdt. Albert Suebu menegaskan kepada 53 jemaat baik yang berada di timur, di tengah, dan di barat merupakan satu kesatuan.

“Sehingga masuknya Injil di Kampung Ohey Yokhobha berdampak pada klasis yang ada di tengah, barat dan timur,” pintanya.

Ia juga mengajak 53 jemaat di Klasis Sentani untuk mendukung puncak 96 tahun masuknya Injil di Kampung Ohey Yokhobha pada 1 Juli 2024.

Sementara itu, Ketua panitia sejarah masuknya Injil di Ohey Yokhobha, Dantje Nere mengatakan, seminar sejarah masuknya Injil di Ohey Yokhobha merupakan rangkaian kegiatan sebelum puncaknya pada pada 1 Juli 2024.

Tujuan dilakukan seminar sejarah masuknya Injil di Ohey Yokhobha, pertama, kita tulis sejarah kita sendiri dari lisan lalu kita buat secara tulisan.

“Ini menjadi sejarah bagi GKI di tanah Papua, bahwa dalam sejarah pekabaran Injil di Sentani siapa yang tulis, siapa yang menyampaikan itu orang Sentani sendiri, bukan dengar dari orang lain, lalu kita bisa menangkis hal-hal negatif dari perkembangan yang ada sekarang,” terangnya.

Ada beberapa agenda besar yang akan dilakukan serta puncaknya pada 1 Juli 2024 dengan meriah, lalu melakukan pembangunan pagar gereja, seminar sejarah dan arus balik masuknya Injil di Yobhe Yokhobha.

Dantje Nere berharap dengan seminar yang dilakukan ini, masuknya Injil di Yobhe Yokhobha tercatat dan menjadi sejarah masuknya Injil, baik dalam tulisan, referensi, literasi, yang teruji secara ilmiah.

Tinggalkan Balasan