SENTANI, jayapurakab.go.id – Untuk mendorong pertumbuhan transaksi digital penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Kabupaten Jayapura, Bank Indonesia (BI) bersama Diskominfo Kabupaten Jayapura akan berkolaborasi gelar beberapa program penguatan literasi konsumen.
Disampaikan, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua David Sipahutar, seusai dirinya bersama tim Diskominfo Kabupaten Jayapura gelar audiensi dalam rangka mendukung ekosistem digital dan transformasi Digital di Kabupaten Jayapura, di Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Jayapura, Kamis (13/02/2025).
Kata David Sipahutar, sangat merespon baik diskusi yang digagas Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jayapura, karena ini selaras dengan Upaya BI mendorong digitalisasi pembayaran di daerah.
“Ada beberapa program yang rencananya akan kami kolaborasikan, antara lain penguatan literasi konsumen untuk masyarakat,” ujar David.
Ke depan, sejumlah event-event yang digelar Diskominfo, BI akan ikut serta hadir di dalam pelaksanaannya khusus dalam konteks digitalisasi pembayaran, agar pertumbuhan volume transaksi QRIS baik itu pengguna maupun marchane terus meningkat di Kabupaten Jayapura.
“Bagaimana caranya selain Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah di Kabupaten Jayapura bisa dipertahankan dan meningkat, juga kami ingin user dan merchant QRIS bisa terus meningkatkan,” papar Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua David Sipahutar.
Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Jayapura Gustaf Griapon, S.T., M.Sos., mengatakan sangat menyambut baik respon positif pihak BI dalam menerima permintaan audiensi dari pihak Diskominfo mewakili Pemerintah Kabupaten Jayapura, ini menunjukkan BI sebagai Bank central siap membantu pemerintah Kabupaten Jayapura akan pentingnya literasi keuangan digital kepada masyarakat.
“Kami apresiasi kepada Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua yang telah menerima kami untuk berkolaborasi gelar kegiatan literasi keuangan digital, seperti pemanfaatan QRIS dan juga soal peredaran uang palsu,” ungkap Gustaf.
Gustaf menambahkan, penting bagi seseorang untuk mendapatkan literasi keuangan digital dalam penggunaannya, dengan begitu supaya bisa memahami resiko saat bertransaksi, karena faktor keamanan perlu menjadi perhatian penting dalam melakukan transaksi keuangan secara digital.
“Termasuk perangi judi online karena punya dampak buruk, kita akan terus berkolaborasi dengan BI sehingga setiap kegiatan nanti BI bisa ikut terlibat, dengan terus bertambahnya pengguna QRIS dan data dari BI akan membantu Kominfo dalam literasi dan edukasi kedepannya,” tuturnya.
Admin/Editor: Rilva
Penulis: Fuad