SENTANI, jayapurakab.go.id – Pemerintah Kabupaten Jayapura menegaskan bahwa penyaluran bantuan bagi warga terdampak banjir dan luapan Danau Sentani dilakukan berdasarkan laporan resmi pemerintah kampung. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard Yocku, S.H., sebagai dasar penentuan lokasi prioritas dan langkah penanganan di lapangan.
Wakil Bupati menjelaskan, bantuan tidak disalurkan secara individu, melainkan bersifat kolektif per kampung sesuai laporan aparat kampung. Untuk wilayah terdampak luapan Danau Sentani, setiap kampung menerima bantuan berupa beras 1 ton serta kebutuhan pokok lainnya seperti gula, kopi, mi instan, dan minyak goreng.
Pemerintah Kabupaten Jayapura juga telah turun langsung ke sejumlah wilayah terdampak luapan air danau yang dipimpin langsung Bupati Jayapura dan telah menyerahkan bantuan di sejumlah lokasi terdampak termasuk wilayah timur Danau Sentani, sementara Wakil Bupati memimpin tim ke wilayah barat Danau Sentani, termasuk Distrik Waibu guna memastikan penanganan berjalan optimal.
Terkait kondisi di Kampung Maribu, Distrik Sentani Barat, pemerintah baru mengetahui informasi setelah pemberitaan beredar dan dilaporkan beberapa rumah terdampak. Meski demikian, pemerintah akan segera melakukan pengecekan langsung untuk memastikan kondisi riil di lapangan.
Dalam upaya penanganan, pemerintah melalui BPBD juga berupaya untuk melakukan normalisasi aliran sungai, namun disayangkan adanya penolakan warga terhadap bantuan alat berat dari BPBD yang seharusnya digunakan untuk mengurangi risiko banjir dan erosi di permukiman.
Wakil Bupati menegaskan, efektivitas penanganan sangat bergantung pada peran aktif kepala kampung dan aparat setempat dalam menyampaikan laporan secara akurat dan tepat waktu. Ia juga memastikan tidak ada diskriminasi dalam penyaluran bantuan.
“Pemerintah menegaskan tidak ada perlakuan pilih kasih. Seluruh wilayah terdampak akan mendapat perhatian yang sama sesuai data dan laporan resmi aparat kampung,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Jayapura akan segera turun langsung ke Kampung Maribu guna memastikan kondisi di lapangan sekaligus menghindari kesalahpahaman informasi di masyarakat. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk kooperatif dan mendukung pemerintah dalam mengatasi upaya mitigasi bencana.
Selain itu, peran media diharapkan tetap mengedepankan prinsip keberimbangan dan akurasi informasi agar tidak menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.
Penulis & Foto : Imel
Editor : Ambros
Admin : Rilva

