SENTANI, jayapurakab.go.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura melakukan kegiatan Training of Trainer (TOT) Participatory Learning and Action (PLA) dalam rangka intensifikasi program TOSS Malaria atau Temukan, Obati dan Kendalikan Malaria yang dibuka oleh Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard Yocku, S.H., di Hotel Horison Sentani, Senin 18/05/2026.

Wakil Bupati Jayapura, mengatakan malaria masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Jayapura sehingga diperlukan keterlibatan semua pihak dalam upaya pencegahan dan penanganannya.
Menurutnya, program tersebut sangat baik karena bertujuan menekan laju penyebaran malaria melalui pemeriksaan dan edukasi kepada masyarakat.
Wabup Haris Yocku menegaskan malaria merupakan salah satu penyakit mematikan di Papua yang perlu mendapat perhatian serius, selain HIV/AIDS, penyakit jantung koroner, dan penyakit berbahaya lainnya.


“Malaria juga salah satu penyakit pembunuh orang Papua. Karena itu tugas saya bersama Pak Bupati dan Dinas Kesehatan untuk terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat,” ucapnya.
Ia berharap melalui kegiatan tersebut para peserta, termasuk kader kesehatan dan perwakilan puskesmas, dapat memperoleh pengetahuan yang nantinya diteruskan kepada masyarakat di kampung masing-masing.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Lilian Suebu, mengatakan upaya pencegahan dan penanggulangan malaria di Kabupaten Jayapura membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan lintas sektor.
Peserta yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut berasal dari Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) non-kesehatan, hingga TNI dan Polri.
Untuk Kabupaten Jayapura mendapat target dari Kementerian Kesehatan untuk mencapai satu juta pemeriksaan malaria setiap tahun mulai 2025 hingga 2030. Dengan tujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dan para peserta dalam upaya percepatan penanganan serta pengendalian malaria di wilayah Kabupaten Jayapura.
Melalui pelatihan ini, peserta dibekali metode pembelajaran partisipatif agar mampu melakukan edukasi, pendampingan dan penanganan malaria secara efektif di masyarakat.
Lilian menyebut strategi yang digunakan dalam penanganan malaria adalah “Temukan, Obati, Kendalikan”.
“Temukan sebanyak mungkin kasus melalui pemeriksaan, langsung diobati, lalu dikendalikan. Pengendalian ini berkaitan dengan vektor dan kebersihan lingkungan,” jelasnya.
Menurutnya, pengendalian lingkungan masih menjadi tantangan di Kabupaten Jayapura sehingga diperlukan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, termasuk melalui kegiatan Jumat bersih.
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura mencatat hingga triwulan pertama tahun 2026 jumlah pemeriksaan malaria telah mencapai 130.450 orang, dengan 19.542 kasus positif hingga April 2026.
Berdasarkan data yang ada, pada tahun 2025 tercatat sebanyak 71 ribu kasus malaria di Kabupaten Jayapura.
Dalam upaya pemberantasan malaria, Dinkes Kabupaten Jayapura juga melibatkan sekitar 300 kader malaria yang didanai melalui dukungan mitra dan APBD melalui dana otsus.


Penulis & Foto : Imel
Admin : Rilva

