SENTANI, jayapurakab.go.id – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Jayapura menerima alokasi Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp2 miliar untuk mendukung berbagai program pemberdayaan koperasi dan pelaku UMKM.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jayapura, Haryanto, SE., mengatakan besaran Dana Otsus tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain dana program sebesar Rp2 miliar, kata Haryanto saat diwawancara di ruang kerjanya, Selasa 09/06/2026.
Ia menjelaskan, anggaran program tersebut dibagi secara proporsional kepada dua bidang yang ada di Dinas Koperasi dan UMKM, yakni Bidang Koperasi dan Bidang UMKM. Masing-masing bidang memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp1 miliar.
Menurut Haryanto, salah satu program prioritas yang sedang berjalan di Bidang Koperasi adalah Program Strategis Nasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Sejak April 2026, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan pembangunan KDMP di Papua.
Ia menyebut Kabupaten Jayapura menjadi daerah dengan progres pembangunan KDMP terbaik di Provinsi Papua. Dari 10 gedung KDMP yang dibangun di Papua, lima di antaranya berada di Kabupaten Jayapura dan sebagian besar telah mencapai tahap penyelesaian.
Pemerintah daerah menargetkan seluruh pembangunan KDMP dapat diselesaikan pada Juli mendatang sehingga siap mendukung peluncuran tahap operasional yang direncanakan berlangsung pada Agustus 2026.
“Bulan lalu sudah diluncurkan sebanyak 1.061 KDMP secara nasional. Kemungkinan pada Agustus nanti akan diluncurkan tahap operasionalnya. Kita berharap seluruh pembangunan sudah selesai sehingga lima KDMP di Kabupaten Jayapura bisa langsung beroperasi,” ujarnya.
Selain mendukung KDMP, Bidang Koperasi juga merencanakan pembangunan gudang logistik. Namun realisasi program tersebut masih menunggu penyesuaian Standar Satuan Harga (SSH) karena harga material bangunan saat ini dinilai sudah jauh lebih tinggi dibandingkan standar yang masih digunakan pemerintah daerah.
Sementara itu, pada Bidang UMKM terdapat dua kegiatan fisik utama yang sedang dipersiapkan. Pertama, pembangunan rumah produksi kopi yang saat ini telah memasuki proses pengadaan melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).
Kedua, pembangunan rumah produksi sagu di Kampung Sawe Suma, Distrik Unurum Guay. Program ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas kelompok pengolah sagu yang selama ini aktif memasarkan produk turunannya hingga ke luar negeri.
“Kelompok ibu-ibu pengelola sagu di Sabeyab bahkan pernah membawa produknya sampai ke Thailand. Produk kerupuk sagu mereka juga sudah kami bantu dalam proses sertifikasi,” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan rumah produksi tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas sagu melalui pengembangan berbagai produk olahan seperti kerupuk sagu, sagu kering, aneka kue, hingga produk pangan lainnya yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Selain pembangunan fisik, Dinas Koperasi dan UMKM juga terus melaksanakan berbagai pelatihan peningkatan kapasitas masyarakat berdasarkan usulan yang disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Salah satu pelatihan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat adalah pelatihan pengolahan pangan berbahan baku sagu yang bertujuan mendorong diversifikasi produk pangan lokal sekaligus meningkatkan pemanfaatan komoditas sagu di Kabupaten Jayapura.
“Kami ingin membantu pemerintah daerah bukan hanya dalam pelestarian tanaman sagu, tetapi juga memperkenalkan berbagai produk olahan sagu kepada masyarakat. Harapannya makanan berbahan sagu semakin diterima, tidak hanya papeda tetapi juga berbagai produk modern lainnya,” katanya.
Haryanto menambahkan, hingga awal Juni 2026, realisasi fisik program Dinas Koperasi dan UMKM telah mencapai 67,8 persen berdasarkan data Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Namun realisasi keuangan masih berada di kisaran 6 persen karena sebagian kegiatan masih menunggu tahapan administrasi dan proses pengadaan.
Untuk target capaian keuangan akan meningkat signifikan pada triwulan ketiga setelah seluruh paket pekerjaan memasuki tahap pelaksanaan.
Ia berharap seluruh program yang dijalankan, termasuk pembangunan KDMP, penguatan UMKM, serta pelatihan masyarakat, dapat memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Jayapura.
Penulis & Foto : Imel
Admin : Rilva

