JAKARTA, jayapurakab.go.id – Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., mempresentasikan potensi pariwisata Kabupaten Jayapura serta Master Plan Pengembangan Wisata Bahari Khalkote di Distrik Sentani Timur dalam audiensi bersama Kementerian Pariwisata Republik Indonesia di Gedung Sapta Pesona, Kantor Pusat Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026).
Dalam audiensi tersebut, Bupati Jayapura didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jayapura Elisa Yarusabra, S.Sos., M.PA., Konsultan Pariwisata Agus Jerri S. Aronggear, SST.Par., M.Par., serta Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Jayapura Michael Yewi, S.STP.
Rombongan diterima langsung oleh Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Enik Ernawati, S.E., bersama sejumlah Asisten Deputi yang membidangi pengembangan event daerah.
Pada kesempatan itu, Bupati Yunus Wonda memaparkan visi pembangunan pariwisata Kabupaten Jayapura yang mengusung semangat “Kasih Mempersatukan Perbedaan, Mewujudkan Jayapura yang Aman, Nyaman, Mandiri, dan Berkeadilan.”
Selain mempresentasikan pengembangan kawasan wisata bahari Khalkote, Bupati juga menjelaskan kesiapan Pemerintah Kabupaten Jayapura dalam menggelar kembali Festival Danau Sentani (FDS) 2026, yang merupakan salah satu event pariwisata nasional.
Menurut Yunus Wonda, Festival Danau Sentani tidak diselenggarakan pada tahun 2025 karena bertepatan dengan masa awal kepemimpinannya yang baru dilantik, sehingga pemerintah daerah membutuhkan waktu untuk melakukan pembenahan dan persiapan yang lebih matang.
“Kami belajar dari penyelenggaraan Festival Danau Sentani selama beberapa tahun terakhir. Setelah event selesai, aktivitas di lokasi juga berhenti. Tahun ini kami ingin mengubah pola itu dengan membangun kawasan festival menjadi pusat kegiatan ekonomi dan wisata yang berkelanjutan,” kata Yunus Wonda.
Ia menjelaskan, kawasan Festival Danau Sentani saat ini sedang ditata ulang dan dikembangkan menjadi lokasi permanen yang dapat digunakan sebagai pusat kuliner khas Papua, sentra UMKM, serta lokasi berbagai kegiatan budaya sepanjang tahun.
Pemerintah Kabupaten Jayapura juga akan melibatkan kabupaten-kabupaten tetangga seperti Kabupaten Sarmi, Kota Jayapura, dan Kabupaten Keerom untuk membuka stand UMKM pada pelaksanaan festival tahun ini. Bahkan sejumlah kabupaten di wilayah Papua Pegunungan telah menyampaikan minat untuk turut berpartisipasi.
Bupati menyampaikan bahwa rangkaian pra-event Festival Danau Sentani akan dimulai pada minggu ketiga Juli 2026 dengan melibatkan seluruh distrik di Kabupaten Jayapura untuk menampilkan kekayaan budaya masing-masing. Puncak festival direncanakan berlangsung pada 3 hingga 5 Agustus 2026.
Menariknya, jadwal festival tahun ini sengaja diselaraskan dengan pelaksanaan Festival Lembah Baliem di Wamena agar wisatawan dapat melanjutkan perjalanan wisata dari Sentani menuju Wamena.
“Kami ingin wisatawan yang datang ke Sentani dapat melanjutkan perjalanan ke Wamena. Dengan demikian, kunjungan wisata tidak terputus hanya pada satu event, tetapi menjadi rangkaian destinasi wisata Papua yang saling terhubung,” ujarnya.
Selain Festival Danau Sentani, Bupati juga mempromosikan berbagai potensi destinasi wisata di Kabupaten Jayapura, termasuk kawasan wisata Tanah Merah dan sejumlah destinasi unggulan di Distrik Depapre. Ia berharap dukungan Kementerian Pariwisata dapat membantu meningkatkan promosi destinasi wisata di Kabupaten Jayapura maupun Papua secara umum.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Jayapura juga secara resmi menyampaikan harapan agar Menteri Pariwisata Republik Indonesia dapat menghadiri Festival Danau Sentani 2026.



Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Enik Ernawati, menyambut baik paparan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Jayapura. Ia menegaskan bahwa Kementerian Pariwisata siap memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Festival Danau Sentani yang telah masuk dalam kalender event nasional.
“Kami mendukung penyelenggaraan Festival Danau Sentani. Saya sangat mengapresiasi konsep yang disampaikan Bapak Bupati, yaitu menjadikan kawasan festival tetap hidup dan produktif setelah event selesai, sehingga memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Ni Luh.

Menurutnya, kawasan Festival Danau Sentani berpotensi menjadi model kawasan pariwisata terintegrasi yang tidak hanya menampilkan atraksi budaya, tetapi juga mengedepankan pengelolaan lingkungan dan edukasi masyarakat.
Ia juga mendorong agar berbagai atraksi wisata tambahan dapat dihadirkan selama festival berlangsung untuk meningkatkan daya tarik wisatawan, termasuk kolaborasi dengan pihak swasta dalam menghadirkan kegiatan wisata air dan hiburan lainnya.
Wakil Menteri turut mengingatkan pentingnya pengelolaan sampah selama pelaksanaan festival agar kawasan wisata tetap bersih dan nyaman bagi pengunjung.
Terkait promosi wisata, Ni Luh mengatakan Kementerian Pariwisata siap membantu melalui berbagai kanal promosi nasional seperti platform Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia yang memiliki jangkauan publik sangat luas.
“Kami terbuka untuk membantu promosi event dan destinasi wisata Kabupaten Jayapura. Yang terpenting adalah komunikasi yang aktif antara pemerintah daerah dan Kementerian Pariwisata sehingga berbagai potensi wisata dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat nasional maupun mancanegara,” pungkasnya.


Penulis & Foto : Eky
Admin : Rilva

