Ini Tujuan Disbudpar Kabupaten Jayapura Gelar Bimtek Pendataan Profil Pariwisata

Berita Daerah Pariwisata

Suasana peserta yang mengikuti Bimtek Pendataan Profil Pariwisata di Hotel Grand Alison Sentani. Rabu (08/11/2023)

[vc_row][vc_column][vc_column_text]SENTANI, jayapurakab.go.id – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayapura gelar Bimbingan Teknis Dalam Rangka Melengkapi Data Profil Pariwisata di Hotel Grand Alison Sentani, Rabu (08/11/2023).

Kegiatan Bimtek dibuka secara resmi oleh  Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayapura, Ted Yones Mokay.

Ted Mokay dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini sangat bagus dan positif bagi Disbudpar, sebab data dan informasi sangatlah penting, apalagi menyangkut pariwisata.

“Kita harus punya data akurat yang bisa menjadi rujukan dalam pengambilan sebuah kebijakan serta informasi yang baik sebagai dasar kemajuan pariwisata. Data itu penting, Bimtek yang kita lakukan bila tidak ada data itu omong kosong,” ucapnya.

Bagi Ted Mokay untuk mendapatkan data dan informasi sangatlah penting, perlu adanya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat serta pemerintah lintas sektor, karena pariwisata akan maju dan berkembang jika semua bersatu kerja bersama-sama sesuai tupoksinya dengan potensi pariwisata di wilayah masing-masing.

Apabila pemerintah memiliki data dan informasi yang akurat tentang pariwisata, memberikan dampak yang tepat pada penentuan sebuah kebijakan pemerintah terhadap perkembangan pariwisata, sehingga profil Dinas Pariwasata Kabupaten Jayapura perlu dipertegas lagi.

Sementara itu, Ketua Panitia penyelenggaraan Bimtek, Fredrik Modouw menyampaikan, kegiatan ini tidak hanya sampai di sini, tetapi 30 peserta akan dibagi menjadi 6 kelompok melakukan pendataan secara teknis, tim yang dilatih akan mendata berapa destinasi pariwisata entah itu yang lama maupun yang baru serta fasilitas-fasilitas pendukungnya seperti hotel, restoran, tempat ibadah, fasilitas kesehatan dan lainnya. Semuanya akan didata dan didokumentasikan.

“Untuk pendataannya sendiri direncanakan selama 20 hari. Lanjut, hasil dari pendataan itu akan diolah menjadi data Pemerintah Kabupaten Jayapura dalam hal ini Dinas Pariwisata sebagai acuan pengambilan kebijakan dan promosi wisata di Kabupaten Jayapura,” ungkap Fredrik Modouw.

“Pendataan akan berlangsung di semua wilayah pembangunan Kabupaten Jayapura,” pungkasnya.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_single_image image=”23859″ img_size=”large”][/vc_column][/vc_row]

Tinggalkan Balasan