SENTANI, jayapurakab.go.id – Pemerintah Kabupaten Jayapura mulai menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat yang terdampak luapan air Danau Sentani, Senin (13/4/2026).



Bantuan yang disalurkan berupa 30 ton beras serta berbagai kebutuhan pokok lainnya, seperti gula, minyak goreng, telur, kopi, dan teh. Bantuan ini diberikan menyusul meningkatnya debit air danau selama dua minggu terakhir yang telah merendam permukiman warga di wilayah pesisir.
Penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., yang turun ke sejumlah kampung, di antaranya Atamali, Abar, Putali, Kenzio, Hobong, Ifale, Ifar Besar, hingga Yobeh. Sementara itu, Wakil Bupati Jayapura menyalurkan bantuan ke wilayah Yoboi, Dondai, Babrongko, Kwadewar, hingga Homfolo.




Bupati Jayapura Yunus Wonda mengatakan, bantuan diberikan secara langsung ke rumah-rumah warga terdampak agar dapat segera dimanfaatkan.
“Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan sampai ke masyarakat. Penyaluran akan terus dilanjutkan ke wilayah Sentani Timur hingga Puai,” ujarnya.
Ia menjelaskan, meskipun saat ini pemerintah daerah tengah melakukan efisiensi anggaran, penanganan masyarakat terdampak tetap menjadi prioritas.




“Dalam kondisi seperti ini, masyarakat kesulitan mencari nafkah. Pemerintah hadir untuk meringankan beban mereka, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar,” katanya.
Selain bantuan pangan, Pemerintah Kabupaten Jayapura juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi penyakit pasca-banjir dengan menurunkan tim medis ke lokasi terdampak.
Bupati Yunus menambahkan, penanganan infrastruktur saat ini masih terkendala keterbatasan anggaran. Namun, upaya darurat seperti kerja bakti dan pembersihan lingkungan tetap akan dilakukan.




Bantuan 30 ton beras tersebut akan disalurkan secara bertahap hingga menjangkau seluruh wilayah terdampak, termasuk kawasan Danau Sentani, Tanah Merah, hingga Grime.
Penulis & Foto : Eky
Admin : Rilva

