Peringati HAN ke 42, Bupati Jayapura: Pemkab Perkuat Pendidikan Bagi Masa Depan Anak Papua

Agenda Berita Daerah Pendidikan

Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H.

SENTANI, jayapurakab.go.id – Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Jayapura dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba, minuman keras, dan berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan anak-anak, hal itu disampaiakan Bupati Jayapura dalam memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke 42 tahun 2026, di Aula 2 Kantor Bupati Jayapura, Kamis 23/07/2026.

Dalam sambutannya, Bupati mengingatkan para pelajar mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA agar menjauhi narkoba dan minuman keras karena dapat menghancurkan masa depan mereka.

“Anak-anak jangan sentuh barang itu. Narkoba dan miras akan menghancurkan masa depan kalian. Belajarlah dengan baik, karena kalian adalah masa depan Kabupaten Jayapura, Papua, dan Indonesia,” tegasnya.

Ia juga meminta para guru dan orang tua meningkatkan pengawasan terhadap perkembangan anak-anak, menyusul adanya laporan bahwa penyalahgunaan narkoba mulai menyasar anak usia sekolah dasar.

Sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Kabupaten Jayapura akan menempatkan personel Satpol PP di seluruh sekolah untuk melakukan pengawasan di pintu masuk maupun area belakang sekolah yang dinilai rawan menjadi lokasi transaksi narkoba.

Menurut Bupati, berdasarkan data yang diterima pemerintah dari aparat keamanan, sejumlah transaksi narkoba diduga terjadi di sekitar halaman belakang sekolah, bahkan memanfaatkan kios atau warung di sekitar lingkungan pendidikan.

Selain fokus pada perlindungan anak, Bupati juga mengumumkan kebijakan pembangunan sektor pendidikan pada tahun anggaran mendatang. Pemerintah akan menghentikan pembangunan gedung sekolah baru dan mengalihkan anggaran untuk merehabilitasi seluruh sekolah yang mengalami kerusakan, mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP.

“Kami tidak lagi fokus membangun sekolah baru. Tahun depan kami fokus merehabilitasi semua sekolah yang rusak dan melengkapi fasilitasnya agar anak-anak belajar dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Ia juga mencontohkan perhatian pemerintah terhadap akses pendidikan di daerah terpencil. Di Kampung Rafendrara, misalnya, sebuah kantor yang sudah tidak digunakan dialihfungsikan menjadi asrama agar anak-anak tidak lagi kesulitan tinggal saat bersekolah karena harus menempuh perjalanan yang jauh dan berisiko ketika cuaca buruk.

Menutup arahannya, Bupati kembali menegaskan bahwa investasi terbesar pemerintah bukan hanya membangun jalan, jembatan, maupun gedung, melainkan memastikan masa depan anak-anak terlindungi melalui pendidikan yang layak.

“Jalan, gedung, dan jembatan bukanlah masa depan. Anak-anaklah masa depan negeri ini. Karena itu, pemerintah akan memastikan mereka bisa belajar dengan aman, nyaman, dan memperoleh pendidikan yang layak,” tandasnya.

Bupati juga mengungkapkan bahwa pada pagi hari ia menerima laporan adanya sebuah ruang kelas SD di wilayah Lere yang hangus terbakar. Pemerintah akan segera menindaklanjuti kejadian tersebut agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan.

Penulis : Imel

Foto      : Eky

Admin  : Rilva