SENTANI, jayapurakab.go.id – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Jayapura menggelar kegiatan strategis bertajuk Gerakan Sapa Ibu Hamil (SABUMIL) sekaligus sosialisasi pencegahan pernikahan dini pada anak dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kantor Distrik Nimboran, Kabupaten Jayapura, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua I TP-PKK Kabupaten Jayapura, Ny. Anitha Hening Yocku, dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak serta memperkuat keharmonisan keluarga di wilayah tersebut. Kerjasama TP-PKK Kabupaten Jayapura bersama Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak serta LBH APIK.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh para sasaran utama program, yaitu 8 orang Ibu Hamil Berisiko (Bumil KEK) dan 13 orang Ibu Hamil yang memasuki Trimester Ketiga kehamilannya.

Dalam pemaparannya, Ny. Anitha, menekankan pentingnya menjaga kehamilan sejak dini sebagai kunci utama mencegah stunting. Ia menjelaskan bahwa satu hari dalam masa kehamilan terhitung sebagai bagian dari seribu hari kehidupan anak, yang berlangsung mulai dari kandungan hingga usia dua tahun.
Menurutnya, stunting bukan hanya masalah setelah anak lahir, melainkan risiko yang harus dicegah sejak ibu mengandung, terutama bagi kelompok ibu hamil kurang gizi atau berisiko (bumil kek) yang memiliki ciri badan kurus, muka pucat, dan gizi kurang.
”Anak sehat dimulai dari kandungan yang dijaga dengan baik. Semua organ dan saraf anak terbentuk sempurna mulai bulan pertama hingga kesembilan kehamilan, dan perkembangannya berlanjut pesat setelah lahir. Oleh karena itu, ibu hamil wajib rutin memeriksakan kandungan setiap bulan ke puskesmas atau bidan terdekat,” tegas Ny. Anitha di hadapan para peserta yang hadir.
Ia juga mengingatkan peran besar pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif. Menurutnya, ASI adalah makanan terbaik dan paling terjangkau bagi bayi, jauh lebih penting dibandingkan susu formula yang harganya mahal dan sulit dijangkau sebagian masyarakat di distrik. Ia pun berbagi cara memperlancar produksi ASI secara alami, salah satunya dengan mengonsumsi sayuran hijau yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Tak hanya kesehatan, kegiatan ini juga menyasar perlindungan anak dan keluarga. Dalam sesi sosialisasi, disampaikan bahaya pernikahan dini bagi tumbuh kembang anak serta dampak buruk kekerasan dalam rumah tangga yang merusak tatanan keluarga. Hadirnya para suami dan kepala keluarga dalam kegiatan ini juga ditekankan, mengingat perlindungan dan perhatian dari kepala keluarga sangat dibutuhkan istri, khususnya saat mengandung atau baru melahirkan.
Ny. Anitha mengingatkan bahwa pemerintah telah menyediakan layanan kesehatan gratis bagi ibu hamil, mulai dari pemeriksaan rutin, pemberian obat tambah darah, kalsium, imunisasi tetanus, hingga pemeriksaan USG. Semua fasilitas ini disiapkan agar ibu dan anak terjamin kesehatannya.
”Kesehatan dan keselamatan keluarga bukan tanggung jawab bidan atau petugas kesehatan saja, melainkan tanggung jawab kita semua, terutama ibu dan ayah. Kita harus sadar dan mau menjaga diri sendiri serta keluarga agar terhindar dari masalah gizi buruk, stunting, maupun kekerasan,” tambahnya dengan semangat.
Penulis : Fuad
Foto : Lucky
Admin : Rilva

