Tutup Pra FDS XV, Bupati Yunus Wonda: Jaga Budaya, Kembangkan Pariwisata Lokal Kabupaten Jayapura

Berita Budaya Daerah Pariwisata

Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, MRP, Ketua TP-PKK, perwakilan masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, Forkopimda, seniman, budayawan, sanggar seni, pelaku ekonomi kreatif, pemuda, perempuan, komunitas, pimpinan OPD, Kepala Distrik, Kepala Kampung saat menabu tifa tanda ditutupnya pelaksanaan Pra FDS XV, dikalkote, Distrik Sentani Timur. Sabtu (29/8/2026)

SENTANI, jayapurakab.go.id – Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., secara resmi menutup rangkaian Pra Festival Danau Sentani (FDS) XV Tahun 2026, di Khalkote, Distrik Sentani Timur, Sabtu (29/8/2026).

Penutupan menjadi momentum untuk menegaskan kembali bahwa FDS bukan sekadar agenda hiburan tahunan, tetapi harus menjadi ruang strategis untuk menjaga budaya sekaligus mengembangkan potensi pariwisata lokal Kabupaten Jayapura.

Dalam sambutannya, Bupati Yunus Wonda menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, seniman, budayawan, sanggar seni, pelaku ekonomi kreatif, pemuda, perempuan, komunitas, pimpinan OPD, Kepala Distrik, Kepala Kampung yang telah mengambil bagian dalam pelaksanaan FDS XV.

Bupati Yunus juga memberikan penghargaan khusus kepada para ondofolo, kepala suku dan pemangku adat yang dinilai memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai budaya dan identitas masyarakat di Tanah Tabi, khususnya Kabupaten Jayapura.

Menurut Yunus, keberadaan Festival Danau Sentani tidak dapat dilepaskan dari sejarah, adat dan warisan leluhur yang telah dipelihara secara turun-temurun.

“Festival ini bukan sekadar kegiatan seremonial atau hiburan. Festival Danau Sentani merupakan ruang untuk mengingat kembali siapa kita, dari mana kita berasal, dan bagaimana kita menjaga warisan budaya yang telah dititipkan oleh para leluhur kepada generasi hari ini,” tegasnya.

Bupati menilai Kabupaten Jayapura memiliki modal besar untuk mengembangkan pariwisata berbasis budaya dan masyarakat. Danau Sentani dengan pulau-pulau, panorama alam, kehidupan masyarakat pesisir dan kekayaan tradisi menjadi satu kesatuan yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata unggulan.

Menurutnya, potensi tersebut tidak boleh hanya ditampilkan ketika festival berlangsung. Kekayaan budaya, seni, tradisi, kerajinan, kuliner dan produk ekonomi kreatif yang ada di kampung-kampung dan distrik harus terus digali dan dikembangkan menjadi bagian dari ekosistem pariwisata daerah.

“Tema yang kita usung hari ini harus kita maknai sebagai sebuah ajakan untuk kembali menggali dan mengembangkan seluruh potensi yang ada di kampung-kampung dan distrik-distrik di Kabupaten Jayapura,” katanya.

Ia berharap FDS ke depan tidak hanya menjadi tempat masyarakat menikmati pertunjukan, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi wisatawan untuk mengenal lebih jauh kehidupan masyarakat dan kebudayaan asli Kabupaten Jayapura.

Dengan demikian, wisatawan yang datang tidak sekadar menikmati keindahan Danau Sentani, tetapi juga mendapatkan pengalaman mengenai adat, kesenian, kuliner, kerajinan dan kehidupan masyarakat lokal.

Perhatian juga diberikan kepada generasi muda. Bupati menyampaikan terima kasih kepada anak-anak yang telah terlibat dalam berbagai perlombaan dan kegiatan selama Pra FDS XV.

Menurutnya, keterlibatan anak-anak dalam festival memiliki arti penting karena menjadi salah satu cara memperkenalkan budaya sejak usia dini.

Ia mengajak generasi muda Kabupaten Jayapura untuk tidak kehilangan identitas di tengah perkembangan teknologi, modernisasi dan masuknya berbagai budaya dari luar.

“Modernisasi boleh hadir. Perubahan zaman tidak mungkin kita hindari. Tetapi modernisasi jangan sampai menghilangkan identitas dan jati diri kita,” ujarnya.

Bupati menegaskan, budaya lokal harus menjadi kekuatan yang terus hidup di tengah masyarakat. Karena itu, generasi muda perlu diberikan ruang lebih besar untuk mengenal, mempelajari, mengembangkan sekaligus mempromosikan budaya daerah.

Selain budaya, penyelenggaraan FDS juga diharapkan memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat.

Pelaku UMKM, ekonomi kreatif, seniman, pengrajin dan pelaku usaha pariwisata lokal harus menjadi bagian utama dari pergerakan festival. Kehadiran wisatawan diharapkan menciptakan peluang bagi masyarakat untuk memperoleh pendapatan melalui kuliner lokal, kerajinan, produk kreatif, jasa transportasi hingga berbagai layanan wisata.

“Festival Danau Sentani telah menjadi bagian dari kekayaan budaya daerah dan telah berkembang menjadi salah satu festival nasional. Karena itu, tanggung jawab kita bukan hanya menyelenggarakannya setiap tahun, tetapi juga memastikan festival ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi ruang untuk menjaga kebudayaan,” jelas Yunus.

Bupati juga memberikan apresiasi kepada para pemimpin Kabupaten Jayapura sebelumnya yang telah mencetuskan dan meletakkan dasar lahirnya Festival Danau Sentani.

Ia mengakui masih terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan FDS XV. Namun, pembangunan dan pengembangan festival harus dilihat sebagai proses berkelanjutan yang perlu diteruskan oleh kepemimpinan berikutnya.

“Mungkin pada periode kepemimpinan kami masih ada banyak hal yang belum sempurna. Tetapi kami berharap apa yang telah dibangun hari ini dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan oleh pemimpin-pemimpin berikutnya,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Yunus mengajak seluruh masyarakat meninggalkan perbedaan dan menyatukan komitmen untuk menjaga budaya serta mengembangkan pariwisata Kabupaten Jayapura.

“Karena budaya adalah identitas. Ketika budaya hilang, maka identitas kita juga akan hilang,” tegasnya.

Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda secara resmi menutup rangkaian Pra Festival Danau Sentani XV Tahun 2026.

Penutupan Pra FDS XV sekaligus menjadi penanda bahwa kekayaan Danau Sentani tidak hanya terletak pada panorama alamnya, tetapi juga pada manusia, adat, seni, tradisi dan kehidupan masyarakat yang tumbuh di sekitarnya. Ke depan, Danau Sentani diharapkan semakin kuat sebagai destinasi pariwisata berbasis budaya yang memberikan pengalaman bagi wisatawan sekaligus manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

Penulis & Foto : Imel

Admin             : Rilva