SENTANI, jayapurakab.go.id – Pemerintah Kabupaten Jayapura bersama Forkopimda terus menangani kasus dugaan gangguan kesehatan yang dialami warga setelah mengonsumsi makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre.
Hingga 7 Agustus 2026, tercatat 543 kasus secara kumulatif. Sebanyak 423 orang telah diperbolehkan pulang, sementara 120 orang masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan. Tiga di antaranya merupakan ibu hamil. Tidak ada korban meninggal dunia.
Data tersebut disampaikan Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., saat jumpa pers bersama Forkopimda Kabupaten Jayapura di Distrik Depapre, Sabtu (8/8/2026).
Kelompok anak dan remaja menjadi kelompok yang paling banyak mendapatkan penanganan. Berdasarkan data pemerintah, kelompok usia 10–14 tahun tercatat paling tinggi, yakni 203 kasus, disusul usia 5–9 tahun sebanyak 132 kasus.
Dari sisi wilayah, Kampung Kendate tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 125 kasus.
Pemerintah terus melakukan pemantauan di kampung-kampung terdampak untuk memastikan kondisi warga, terutama mereka yang telah kembali ke rumah.

Kondisi penanganan saat ini menunjukkan perkembangan positif.
Jumlah pasien yang masih menjalani perawatan terus berkurang dan tenda perawatan sementara di sekitar RS Yowari telah dilepas.
Pemkab Jayapura bersama TNI-Polri dan tenaga medis gabungan juga akan melakukan pemantauan langsung ke kampung-kampung terdampak. Jika masih ditemukan warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, penanganan akan dilakukan sedekat mungkin dengan masyarakat.
Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Setiap perkembangan penanganan akan disampaikan berdasarkan data resmi dan hasil pemeriksaan tim terkait.
Pemkab Jayapura memastikan penanganan dan pemantauan terhadap warga terus dilakukan hingga kondisi masyarakat benar-benar dinyatakan aman dan terkendali.


Penulis & Foto : Imel
Editor : Ambros
Admin : Rilva
Admin : Rilva

