Buka Kompetisi Prestasi, Wabup Haris Yocku: Generasi Muda Siap Hadapi Tantangan 2045

Berita Daerah Pendidikan

Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard S. Yocku, S.H., saat membuka kegiatan lomba kinerja berprestasi dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda di SMAN 1 Sentani. Kamis (22/10/2026)

SENTANI, jayapurakab.go.id – Peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum bagi dunia pendidikan untuk mendorong lahirnya generasi muda yang berprestasi, kreatif, berkarakter, serta mampu menghargai perbedaan. Semangat tersebut diwujudkan SMA Negeri 1 Sentani melalui kegiatan Lomba Kinerja Prestasi bertema “Bersatu dalam Karya, Tangguh dalam Perbedaan” yang berlangsung selama dua hari, 22–23 Oktober 2026, di SMAN 1 Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

Kegiatan ini menjadi ruang bagi pelajar SMA dari Kota dan Kabupaten Jayapura untuk menunjukkan kemampuan, mengembangkan potensi diri, sekaligus membangun persaingan yang sehat melalui bidang akademik dan kreativitas.

Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard S. Yocku, S.H., menegaskan kemenangan dan kekalahan merupakan bagian dari proses pembelajaran. Menurutnya, kompetisi bukan semata-mata tentang siapa yang menjadi juara, melainkan bagaimana peserta belajar menghormati orang lain, menerima hasil dengan lapang dada, dan terus memperbaiki kemampuan diri.

Ia mengingatkan peserta agar tidak menjadikan kekalahan sebagai alasan untuk menyerah. Sebaliknya, pelajar yang meraih kemenangan juga harus tetap rendah hati dan menghargai kemampuan peserta lainnya.

Menurut Haris, generasi muda yang saat ini duduk di bangku sekolah merupakan bagian penting dalam menentukan masa depan bangsa, terutama dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Karena itu, ia mendorong para pelajar untuk mempersiapkan diri sejak dini melalui pendidikan, kerja keras, kedisiplinan, dan prestasi. Perkembangan zaman yang semakin cepat, katanya, menuntut generasi muda untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan agar tidak tertinggal oleh perubahan.

Wabup Haris menekankan bahwa masa depan tidak ditentukan hanya oleh cita-cita, tetapi juga oleh kesungguhan generasi muda dalam memanfaatkan kesempatan yang tersedia saat ini.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat membentuk pelajar yang berani tampil, mampu berpikir kritis, memiliki daya saing, serta siap mengambil peran dalam pembangunan daerah dan bangsa.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Sentani, Klasina Yanggroseray, mengatakan kompetisi tersebut bukan sekadar kegiatan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda, melainkan bagian dari upaya sekolah membangun karakter dan mengembangkan potensi peserta didik.

Menurutnya, perbedaan latar belakang dan kemampuan antarpelajar tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bersatu. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi modal untuk membangun semangat kolaborasi, kreativitas, dan ketangguhan dalam menghadapi tantangan masa depan.

Kompetisi ini diikuti pelajar dari sejumlah SMA di Kota dan Kabupaten Jayapura. Sekolah yang disebutkan dalam kegiatan tersebut antara lain SMA Negeri 4 Jayapura, SMA Negeri 1 Jayapura, SMA Negeri Khusus Sains dan Bahasa Papua, SMA Taruna Dharma Jayapura, SMA Rajawali, SMA Negeri 1 Sentani, SMA YPPK Asisi Sentani, SMA Kristen Koinonia, SMA Papua Harapan, SMA Al-Fatah Sentani, SMA Antonius Padua, dan SMA Advent Doyo.

Cabang perlombaan yang disampaikan panitia meliputi pidato bahasa Indonesia, rap, tari kreasi, lomba cerdas cermat, karya tulis ilmiah, dan komik digital. Melalui cabang-cabang tersebut, pelajar didorong tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan berkomunikasi, keberanian menyampaikan gagasan, kreativitas seni, serta literasi digital.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Jayapura, khususnya Wakil Bupati Haris Richard S. Yocku, yang hadir sekaligus membuka kegiatan tersebut secara resmi.

Klasina juga menegaskan bahwa penyelenggara mengedepankan prinsip kejujuran, objektivitas, dan netralitas dalam pelaksanaan lomba. Untuk memastikan penilaian berlangsung secara profesional, dewan juri dihadirkan dari pihak luar yang memiliki kompetensi sesuai bidang perlombaan, termasuk akademisi Universitas Cenderawasih dan unsur Balai Bahasa.

Semangat Sumpah Pemuda pun diharapkan tidak sekadar diperingati melalui seremoni tahunan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Dengan demikian, generasi muda Papua tidak hanya dipersiapkan untuk meraih prestasi hari ini, tetapi juga dibentuk menjadi generasi yang berintegritas, berdaya saing, dan siap berkontribusi bagi masa depan Indonesia pada 2045.

Penulis & Foto : Imel

Admin             : Rilva