SENTANI, jayapurakab.go.id – Pemerintah Kabupaten Jayapura menggelar audiensi bersama Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 guna membahas rencana pelaksanaan program pengabdian, riset, dan pemberdayaan masyarakat di kawasan transmigrasi Lereh, Distrik Kaure, Kabupaten Jayapura. Audiensi tersebut berlangsung di Ruang VIP Bupati Jayapura, Kantor Bupati Gunung Merah, Sentani, Senin (27/7/2026).
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan kawasan transmigrasi yang berkelanjutan.
Audiensi yang dipimpin oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Jayapura, Dr. Abdul Rahman Basri, S.Sos., M.KP., mewakili Pemerintah Kabupaten Jayapura. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Direktur Eksekutif Direktorat Eksekutif Multi Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Dr. Sri Maryati, S.T., M.I.P., beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, di antaranya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Jayapura.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Sri Maryati memaparkan rencana pelaksanaan Ekspedisi Patriot 2026, yang dijadwalkan berlangsung mulai 1 Agustus 2026 dengan melibatkan sekitar 120 akademisi, peneliti, dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Program ini merupakan kolaborasi lintas perguruan tinggi yang bertujuan mendukung percepatan pembangunan kawasan transmigrasi melalui pendekatan multidisiplin.
Menurut Prof. Sri Maryati, fokus kegiatan Tim Ekspedisi Patriot di Kabupaten Jayapura diarahkan pada pengembangan budidaya tanaman kakao, penguatan kawasan agropolitan, peningkatan sumber daya manusia (SDM), pengembangan layanan dasar masyarakat, serta pembangunan infrastruktur pendukung.
“Tim yang diterjunkan akan melaksanakan pendataan dan pemetaan wilayah, melakukan verifikasi data masyarakat baik transmigran maupun non-transmigran, menyusun profil kampung, serta menginventarisasi berbagai potensi daerah sebagai dasar penyusunan program pembangunan yang lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Selain itu, tim akan melakukan pendampingan terhadap pengembangan potensi unggulan daerah, khususnya komoditas kakao agar dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. Pada sektor infrastruktur dasar, tim juga akan membantu perencanaan penyediaan air bersih melalui pembangunan sarana seperti sumur bor di wilayah yang membutuhkan.
Program tersebut turut memberikan pendampingan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta kelompok usaha masyarakat agar semakin mandiri, produktif, dan memiliki daya saing dalam mengembangkan ekonomi lokal.
Prof. Sri Maryati juga menjelaskan bahwa Ekspedisi Patriot 2026 melibatkan berbagai perguruan tinggi, di antaranya Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Airlangga (Unair), dan sejumlah perguruan tinggi lainnya yang bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jayapura.
Sebagai bentuk komitmen terhadap pembangunan yang inklusif, program ini secara khusus merekrut dan melibatkan putra-putri asli Papua sebagai anggota tim lapangan. Keterlibatan tersebut diharapkan mampu memperkuat komunikasi dengan masyarakat sekaligus memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai dengan kondisi sosial budaya dan kearifan lokal.



Menanggapi pemaparan tersebut, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Jayapura, Dr. Abdul Rahman Basri, S.Sos., M.KP., menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kabupaten Jayapura sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Ekspedisi Patriot 2026.
Menurutnya, program tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat transmigrasi, tetapi juga mampu menjangkau masyarakat Orang Asli Papua (OAP) yang berada di sekitar kawasan transmigrasi. Ia menilai banyak masyarakat OAP yang telah mengembangkan sektor pertanian, khususnya komoditas kakao, sehingga perlu memperoleh kesempatan yang sama dalam program pendampingan dan pengembangan kapasitas.
“Kami berharap program ini dapat melibatkan seluruh masyarakat tanpa membedakan status transmigran maupun non-transmigran. Pendampingan terhadap petani kakao, pelaku UMKM, serta kelompok usaha masyarakat akan menjadi modal penting dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat di Kabupaten Jayapura,” ujarnya.
Lebih lanjut, Abdul Rahman Basri berharap hasil pendataan, pemetaan, serta kajian yang dihasilkan selama pelaksanaan Ekspedisi Patriot 2026 dapat menjadi referensi dan basis data yang komprehensif bagi Pemerintah Kabupaten Jayapura dalam merumuskan kebijakan pembangunan, khususnya di kawasan transmigrasi dan wilayah sekitarnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat, Program Ekspedisi Patriot 2026 diharapkan mampu menghadirkan inovasi, memperkuat pemberdayaan ekonomi lokal, meningkatkan kualitas layanan dasar, serta mendorong pembangunan kawasan transmigrasi yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Kabupaten Jayapura.
Penulis & Foto : Oskar
Admin : Rilva

