SENTANI, jayapurakab.go.id – Pemerintah Kabupaten Jayapura memberikan dukungan penuh terhadap Tim Gabungan Pemantauan Mitigasi Bencana yang melakukan ekspedisi ke kawasan Sungai Kemiri, Cagar Alam Pegunungan Cycloop, Senin (27/7/2026).
Kegiatan ini bertujuan memastikan kondisi terkini di lokasi longsor yang dikhawatirkan berpotensi membentuk bendungan alami dan memicu banjir bandang di wilayah hilir.
Tim gabungan tersebut terdiri dari BPBD Kabupaten Jayapura, BBKSDA Papua, WWF Indonesia, BPDAS Mamberamo, Basarnas, RAPI, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura, serta Pramuka Saka Wanabakti.
Mewakili Bupati Jayapura, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Jayapura, Drs. Derek Timotius Wouw, M.Si., menegaskan bahwa misi tim bukan sekadar pendakian, melainkan menjalankan tugas penting yang hasilnya akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan langkah mitigasi bencana.
“Kegiatan ini hanya memiliki satu tujuan, yaitu melihat dan mengamati secara langsung kondisi alam di kawasan Gunung Cycloop. Hasil analisis yang diperoleh nantinya akan menjadi dasar pengambilan kebijakan pemerintah. Karena itu, analisis yang disampaikan harus benar-benar akurat, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Derek.
Ia mengingatkan seluruh anggota tim yang berjumlah sekitar 20 orang agar memastikan kondisi fisik dan kesehatan sebelum memulai perjalanan. Menurutnya, medan yang akan dilalui cukup berat sehingga hanya personel yang benar-benar siap yang diperbolehkan mengikuti ekspedisi.
“Jangan ikut hanya karena ramai-ramai. Jika merasa kondisi kesehatan tidak memungkinkan, lebih baik mengundurkan diri sejak awal daripada membahayakan diri sendiri maupun rekan-rekan di lapangan,” ujarnya.
Derek juga menekankan pentingnya ketelitian dalam menyusun hasil kajian. Kesalahan dalam menganalisis kondisi alam dapat berdampak besar terhadap keselamatan masyarakat, terutama jika potensi bencana tidak teridentifikasi secara tepat.
“Kalau hari ini kita menyatakan kondisi aman, tetapi kemudian terjadi bencana, tentu hasil analisis kita akan dipertanyakan. Karena itu, seluruh temuan di lapangan harus berdasarkan fakta, bukan asumsi,” katanya.
Derek mengingatkan bahwa wilayah Sentani merupakan kawasan yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi. Oleh sebab itu, upaya mitigasi harus dilakukan secara maksimal agar risiko terhadap masyarakat dapat diminimalkan.
Selain kesiapan teknis, Derek juga mengajak seluruh anggota tim untuk menghormati alam dan menjaga etika selama berada di kawasan Cagar Alam Pegunungan Cycloop.
“Alam memiliki karakter dan kekuatannya sendiri. Kita datang dengan niat menjalankan tugas kemanusiaan, sehingga harus tetap rendah hati, menjaga etika, menghormati kearifan lokal, dan selalu memohon perlindungan Tuhan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar serta seluruh tim kembali dengan selamat,” tutupnya.
Kegiatan pemantauan ini merupakan bagian dari langkah antisipatif Pemerintah Kabupaten Jayapura bersama para pemangku kepentingan untuk memperoleh data lapangan yang akurat. Hasil pemantauan akan menjadi dasar penyusunan langkah mitigasi guna mengurangi risiko bencana bagi masyarakat yang bermukim di wilayah hilir Pegunungan Cycloop.
Penulis & Foto : Imel
Admin : Rilva

