Bupati Jayapura Tegas Tolak Pembangunan Perumahan di Area Resapan

Berita Budaya Daerah Lingkungan Hidup

Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H.

SENTANI, jayapurakab.go.id – Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., menegaskan tidak akan memberikan izin pembangunan perumahan yang berada di kawasan resapan air maupun wilayah yang masih menjadi dusun sagu.

Sikap tegas tersebut disampaikan Yunus Wonda saat memperingati Hari Danau Sedunia di kawasan lokasi Festival Danau Sentani (FDS) XV, Sentani Timur, Kamis (27/8/2026).

Menurut Yunus, pembangunan harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Ia meminta para pengembang atau developer tidak hanya melihat aspek ekonomi dalam pembangunan perumahan, tetapi juga mempertimbangkan fungsi kawasan dan keberadaan sumber daya alam yang menjadi bagian penting bagi kehidupan masyarakat.

“Kalau itu adalah dusun sagu, jangan pernah lakukan apa pun. Saya sebagai bupati tidak akan pernah keluarkan izin untuk pembangunan perumahan kalau sagu yang menjadi korban,” tegas Yunus.

Ia juga menyoroti kawasan resapan air yang dinilai memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, khususnya di wilayah sekitar Danau Sentani.

Yunus menegaskan, meskipun suatu lahan berada dalam wilayah masyarakat adat dan telah terjadi proses jual beli, bukan berarti seluruh kawasan dapat langsung dimanfaatkan untuk pembangunan.

“Selama saya dipercaya menjadi bupati, semua izin pembangunan perumahan, selama wilayah itu merupakan kawasan sagu atau daerah resapan, tidak akan pernah saya izinkan,” tegasnya.

Bupati mengatakan, Kabupaten Jayapura masih memiliki banyak lahan yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan. Karena itu, pembangunan tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan kawasan sagu dan daerah resapan air.

Ia berharap para pengembang dapat ikut menjaga lingkungan dan tidak menjadikan kawasan yang memiliki fungsi ekologis sebagai lokasi pembangunan perumahan.

Peringatan Hari Danau Sedunia, lanjut Yunus, harus menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan. Tidak hanya melalui penanaman sagu dan pelepasan benih ikan, tetapi juga melalui kebijakan pembangunan yang tetap berpihak pada kelestarian alam.

“Kita semua harus menjaga dan memelihara sagu. Mari kita giatkan menanam sagu agar anak cucu kita ke depan tetap memiliki sumber pangan dan lingkungan yang aman,” pungkasnya.

Penulis & Foto : Imel

Admin             : Rilva