Kabupaten Jayapura-Sarmi Genjot Budidaya Ikan Air Tawar, Wabup Haris Yocku: Jangan Berhenti di Pelatihan

Berita Daerah Perikanan

Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard S. Yocku, S.H., saat memberikan sambutan pada kegiatan pelatihan magang kelompok pembudidaya ikan air tawar dari Kabupaten Sarmi di Balai Benih Ikan (BBI) Kampung Sereh, Kabupaten Jayapura. Rabu (16/9/2026)

SENTANI, jayapurakab.go.id – Potensi budidaya ikan air tawar di Papua dinilai belum cukup hanya mengandalkan ketersediaan lahan dan benih. Peningkatan keterampilan pembudidaya, penerapan teknologi, pengelolaan usaha, hingga pendampingan berkelanjutan menjadi kunci agar sektor perikanan mampu tumbuh menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.

Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard S. Yocku, S.H., saat membuka kegiatan pelatihan magang kelompok pembudidaya ikan air tawar dari Kabupaten Sarmi di Balai Benih Ikan (BBI) Kampung Sereh, Kabupaten Jayapura, Rabu (16/9/2026).

Perikanan Kabupaten Sarmi.

Wabup Haris Yocku mengatakan, pengembangan budidaya ikan air tawar harus diarahkan menjadi salah satu sektor strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat.

Menurutnya, Kabupaten Jayapura dan Sarmi memiliki potensi perikanan air tawar yang dapat dikembangkan secara produktif dan berkelanjutan. Namun, potensi tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar pembudidaya mampu mengelola usaha secara lebih efektif.

“Pembangunan perikanan merupakan bagian penting dari pembangunan daerah. Potensi perikanan air tawar yang kita miliki harus dapat dikelola secara baik, produktif dan berkelanjutan,” tegasnya.

Ia menilai, keberhasilan budidaya ikan tidak hanya ditentukan oleh tersedianya lahan dan benih. Pengetahuan teknis, kemampuan mengelola usaha, pemanfaatan teknologi serta peningkatan produktivitas menjadi bagian penting dalam membangun usaha perikanan yang mampu bertahan dan berkembang.

Karena itu, Haris meminta kegiatan magang tersebut tidak berhenti sebagai agenda pelatihan formal. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh para peserta harus dibawa kembali ke Sarmi untuk diterapkan dan dikembangkan di tengah kelompok pembudidaya.

“Ilmu yang diperoleh jangan berhenti di ruang pelatihan. Bawa pulang, praktikkan, kembangkan, dan bagikan kepada masyarakat lainnya,” harapnya.

Haris menambahkan, penguatan kapasitas pembudidaya semakin penting dalam upaya membangun kemandirian pangan sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Budidaya ikan air tawar memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai usaha produktif apabila didukung keterampilan teknis, pengelolaan usaha yang baik, ketersediaan sarana produksi, teknologi dan pendampingan secara berkelanjutan.

Ia juga menekankan bahwa pengembangan sektor perikanan harus tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan. Pemanfaatan sumber daya alam tidak boleh hanya mengejar keuntungan ekonomi jangka pendek, tetapi harus memastikan sumber daya perikanan tetap terjaga untuk generasi berikutnya.

Kolaborasi antardaerah tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertukaran pengetahuan, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama dalam peningkatan kapasitas pembudidaya, pengembangan usaha, pemanfaatan teknologi serta penciptaan nilai tambah ekonomi dari sektor perikanan.

Dalam semangat “Satu Hati Membangun Papua”, Haris berharap para peserta mampu menjadi penggerak baru budidaya ikan air tawar di Kabupaten Sarmi.

Ia berharap potensi perikanan air tawar tidak berhenti sebagai sumber daya yang belum tergarap optimal, tetapi dapat diubah menjadi sumber pangan, lapangan usaha dan kekuatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Penulis & Foto : Imel

Admin             : Rilva