Kampung Diharapkan Bisa Bersuara setelah Festival DesTIKa IV 2016

Sentani, Jpr- Tur wisata dan rekreasi bersama seluruh panitia pelaksana dan peserta ke Tugu Mc Arthur dan Pantai Wisata Tablanusu mengiringi berakhirnya Festival Desa TIK (DesTIKa) ke-IV tahun 2016 yang digelar pada tanggal 28 hingga 30 September 2016 di Kawasan Pantai Khalkote, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura.

Festival DesTIKa tahun 2016 yang mengangkat tema “Tong Pu Kampung Bersuara Untuk Indonesia” ini telah berlangsung beberapa iven mulai dari seminar dan bimbingan teknis, launching SIKAP (sistem informasi kampung Papua), launching website kampung, launching perpustakaan online, lomba website kampung dan DesTIKa Desa. Id Awards, pemutaran film pemberdayaan desa, pengembangan kapasitas SDM, pameran potensi desa serta pentas seni dan budaya, juga kegiatan pelatihan-pelatihan seperti workshop dasar media sosial website kampung SIKAP (sistem informasi Kampung Papua), internet cerdas kraktif dan produktif, jurnalisme kampung, pengolahan foto, video, pemasaran online, dan sosialisasi 1 juta domain.

Wakil Ketua Panitia Pelaksana Festival DesTika ke-IV Tahun 2016, Ir. H. Sambodo Samiyana, M. Si, mengatakan kegiatan Festival DesTika ke-IV tahun 2016 berjalan dengan baik dan dalam festival ini juga sudah menunjukkan kelebihan-kelebihannya langsung kepada Menteri Kominfo melalui Staf Ahli Kemkominfo Republik Indonesia.

“Ini adalah suatu momen untuk menyuarakan kampung untuk Indonesia. Jadi kami selaku panitia pelaksana mewakili pemerintah Kabupaten Jayapura menyampaikan permohonan maaf apabila ada kekurangan selama pelaksanaan festival berlangsung, dan ini akan menjadi suatu penghargaan kepada kami. Walaupun festival telah selesai kampung-kampung harus menjadikan suatu pelajaran berharga dari festival DesTIKa guna menjadi kampung yang lebih baik lagi,”tutupnya.

publication1 publication3 publication4 publication5

Tinggalkan Balasan