Kadistrik Junno Resmikan BUMKam Mamda Bongya di Kampung Mamda

Kadistrik Junno Marbase didampingi Sekretaris Distrik Kemtuk Rusman Kadir, Kepala Kampung Mamda Ayub Wasanggai, Bhabinkamtibmas Polsek Kemtuk Bripka Udin dan Direktur BUMKam Mamda Bongya Agustinus Wasanggai, saat membuka papan selubung sebagai tanda diresmikannya pembukaan BUMKam Mamda Bongya, di Kampung Mamda, Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura, Selasa (16/3/2021)

SENTANI, jayapurakab.go.id – Kepala Distrik (Kadistrik) Kemtuk, Junno R. Marbase, S.STP, meresmikan Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam) Mamda Bongya di Kampung Mamda, Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura, Selasa (16/3/2021).
Peresmian ditandai dengan pembukaan papan selubung oleh Kadistrik Junno Marbase didampingi Sekretaris Distrik Kemtuk Rusman Kadir, Kepala Kampung Mamda Ayub Wasanggai, Bhabinkamtibmas Polsek Kemtuk Bripka Udin dan Direktur BUMKam Mamda Bongya Agustinus Wasanggai.
BUMKam Mamda Bongya ini memiliki unit usaha pencetakan batu tela serta pengelolaan kayu lokal dan ekspor. Pembukaan BUMKam Mamda Bongya ini juga bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) Kampung Mamda sebesar Rp 200.000.00.
“Pembukaan BUMKam Mamda Bongya ini merupakan titik awal kitong membangun kampung. Jadi BUMKam ini berdiri karena ada mimpi dari kepala kampung dan masyarakat Kampung Mamda, bahwa harus ada perubahan yang terjadi di kampung dan inilah wujud nyata yang terjadi di kampung. Sehingg kita lakukan peresmian BUMKam,” kata Junno.
Kadistrik Kemtuk memaparkan, BUMKam Mamda Bongya ini mulai beroperasi pada tanggal 17 Maret 2021 dan memiliki unit usaha pencetakan batu tela dan pengelolaan kayu lokal serta ekspor.
“Setelah diresmikan, BUMKam ini mulai beroperasi besok tanggal 17 Maret dan bergerak di unit usaha pencetakan batu tela serta pengelolaan kayu lokal maupun kayu ekspor. Apalagi dengan adanya Tol Laut Depapre Jayapura, ini mempermudah kita punya akses untuk ekspor kayu keluar,” paparnya.
Selain itu, Kadistrik Kemtuk juga berharap dengan adanya BUMKam ‘Mamda Bongya’ ini dapat mengurangi jumlah pengangguran di Kampung Mamda. Sekaligus, juga pihaknya akan bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jayapura dan Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Papua, untuk melatih para pemuda yang ada di Kampung Mamda.
“Dorang tidak hanya olah kayu saja, tetapi kalau bisa kayu ini bisa diolah menjadi bahan yang bisa dijual. Kita tidak lagi kirim kayu keluar, kemudian dari luar olah kayu menjadi kursi atau lemari baru kirim kembali ke Papua. Tapi, kita yang harus olah baru itu kita yang keluarkan ke Papua,” bebernya.
Dalam kesempatan itu, dirinya juga menyampaikan, bahwa BUMKam Mamda Bongya ini merupakan langkah maju untuk perekonomian masyarakat di Kampung Mamda.
“Kedepannya dalam pelayanan ini, pemerintah tetap lakukan pendampingan dan kita dari Pemerintah Distrik Kemtuk juga sangat mendukung, serta Pemerintah Kampung tetap berikan support berupa dana,” imbuhnya.
Selain itu, Junno juga mengungkapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung berdirinya atau pembukaan unit usaha pencetakan batu tela serta pengelolaan kayu lokal dan ekspor milik masyarakat Kampung Mamda ini.
“Terimakasih saya ucapkan kepada pemerintah kampung yang telah mendukung dalam proses menghadirkan BUMKam Mamda Bongya ini. Semoga ini menjadi berkat dan berkembang untuk masyarakat Kampung Mamda,” ucapnya.
Pembangunan BUMKam Mamda Bongya ini merupakan BUMKam keempat yang ada di Distrik Kemtuk. “Jadi sudah ada empat BUMKam di Distrik Kemtuk, pertama itu BUMKam yang ada di Kampung Sama, kedua di Kampung Nambong, kemudian ketiga itu BUMKam yang ada di Kampung Mamei yang memiliki unit usaha isi ulang air minum (galon) dan BUMKam yang keempat itu yang tadi kita sudah resmikan pembukaannya,” tukas Junno Marbase.

Tinggalkan Balasan